Menteri ESDM Sanggah Adanya Kaitan Bom Sarinah dengan Isu Freeport

Menteri ESDM Sanggah Adanya Kaitan Bom Sarinah dengan Isu Freeport

Viaberita.com – Teror yang terjadi di kawasan Thamrin kemarin (14/1/2016) mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Di media sosial banyak pihak mencoba mengaitkan kejadian baku tembak dan ledakan bom Sarinah sebagai pengalihan isu divestasi saham PT Freeport Indonesia (FI) atau perpanjangan kontrak kerjasama pemerintah Indonesia dengan perusahaan tambang ini.

Pengaitan bom sarinah dengan isu Freeport Indonesia ini memang bukan tanpa alasan. Pasalnya terjadinya aksi teror yang dilakukan oleh sekelompok orang bersenjata kemarin kebetulan bersamaan dengan batas akhir divestasi saham Freeport.

Terkait dengan hal ini, Menteri ESDM, Sudirman Said membantah kabar yang banyak beredar di kalangan netizen ini. Ia menyampaikan tak ada sangkut pautnya antara teror bom sarinah dengan perpanjangan kontrak PT Freeport. Apalagi, menurut aturan perpanjangan kontrak kerjasama dengan PT Freeport baru bisa dipastikan secepat – cepatnya pada tahun 2019 mendatang atau dua tahun sebelum kontrak Freeport berakhir.

“Yang terjadi adalah, kemarin batas waktu PT FI (PT Freeport Indonesia) harus menyampaikan surat penawaran divestasi dengan angka nilai saham yang akan di divestasi,” jelas Sudirman, sebagaimana dilansir detik.com pada Jumat (15/1/2016).

Sudirman Said menegaskan bahwa PT Freeport Indonesia telah menyampaikan surat penawaran divestasi sejak dua hari lalu atau sehari sebelum peristiwa teror bom Sarinah terjadi.  “Kebetulan PTFI sudah sampaikan surat itu sejak dua hari lalu, jadi tidak ada persoalan lagi,” tegas Sudirman.

You must be logged in to post a comment Login