Objek Wisata Indonesia Bakal Jadi Favorit Di Swedia

Viaberita.com, Banyuwangi – Ada banyak sekali Objek Wisata Indonesia yang menjadi favorit wisatawan, namun hanya beberapa saja yang di ketahui oleh wisatawan mancanegara.

Raden Bagas Hapsoro selaku Duta Besar Indonesia untuk swedia dan latvia sudah berkeliling melihat potensi objek wisata baru di indonesia. Bagas berkunjung ke Banyuwangi.

Kunjungan ini adalah langkah awal dari upaya kedutaan Indonesia di Swedia untuk mempromosikan objek wisata baru di indonesia kepada wisatawan di Swedia dan sekitarnya.

Terutama Banyuwangi, Setelah berkunjung kesana. Menurut Bagas, Banyuwangi memiliki sejumlah Objek wisata yang menarik yang bisa di pasarkan di Swedia. Di antaranya Taman Nasional Alas Purwo, Gunung Ijen Dan taman Nasional Meru Betiri.

 

Sudah Baca : Lihatlah,, Di Tempat Ini Kamu Bisa Berjalan Diatas Air

 

Sebenarnya Banyuwangi adalah pemenang penghargaan UNWTO Award di Madrid, Spanyol. Penghargaan itu diberikan organisasi pariwisata dunia World Tourism Organization karena berbagai inovasinya mengembangkan potensi wisata.

“wisatawan Swedia senang Ecotourism” ungkap bagas saat mengunjungi Banyuwangi. Menurut data Wisatawan mengunjungi tiga tempat wisata yaitu Yogyakarta, Sumatra dan Bali.

Selanjutnya di harapkan Banyuwangi bisa menjadi Favorit Wisatawan Swedia ketika berkunjung ke indonesia mengingat jumlah wisatawan asala swedia yang berkunjung ke indonesia masih terbilang sedikit. Pada tahun 2013, misalnya baru mencapau 27.600 orang petahun.

Bagas juga menuturkan jika indonesia berpeluang besar menggarap negara – negara di eropa barat karena penghasilan perkapita penduduknya tinggi. Sekitar 47 ribu euro. Musim dingin di eropa Barat terjadi sepanjang 6 Bulan.

Pada saat musim dingin, masyarakat Banyuwangi lebih suka berkunjung ke luar negaranya.

Berbagai promosi wisata Banyuwangi mampu mendongkrak jumlah wisatawan Nusantara hingga 161 persen, dari 651.000 pada 2010 menjadi 1.701.230 pada tahun 2015.

Sedangkan jumlah wisatawan asing juga naik hingga 210 persen dari kisaran 13,200 pada 2010 menjadi 41.000 pada 2015.

 

You must be logged in to post a comment Login