Polisi Akhirnya Berhasil Bongkar Admin Grup Rahasia Pedofil Anak

Ilustrasi: pedofil

Ilustrasi: pedofil

ViaBerita.com Pedofil –  Terbongkarnya sindikat pornografi anak oleh Polda Metro Jaya ini sangat memancing perhatian netizen. Kabar itupun juga terdengar sangat santer beredar di media sosial sampai menjadi salah satu topik yang paling hangat diperbincangkan. Dan yang jauh lebih mengejutkan, banyak sekali informasi yang diberikan netizen terkait grup rahasia yang bernama Official Candy’s Group yang memang merupakan wadah komunikasi oleh para lolicon. Mereka juga membeberkan hal yang dapat dibilang mengerikan, yaitu isi percakapan para anggota grup rahasia tersebut juga telah discreenshot sebelumnya. Dalam screenshot tersebut juga terlihat hal yang sangat mengerikan mulai dari curhat cara memperoleh target sampai gambaran pergaulan para pedofil tersebut.

Namun, kepolisian metro jaya akhirnya mengungkap sindikat pedofil yang terhubung dengan jaringan internasional. Menteri Komunikasi dan juga Informatika Rudiantara mengatakan bila pihaknya juga terus berkoordinasi dengan kepolisian terkait kasus pornografi anak ini. Kemenkominfo tidak dapat bertindak terlalu jauh sebab sudah masuk dalam ranah hukum. Dia juga menjelaskan, pihaknya tidak dapat menutup begitu saja akun media sosial tanpa berkoordinasi dengan kepolisian. Mengingat, media sosial ini bukanlah ranah publik akan tetapi privat. Sejauh ini Kemenkominfo tidak akan membuat aturan baru terkait pemakaian media sosial, utamanya setelah adanya kasus ini. Mengingat media sosial adalah ranah pribadi bukan publik.

Tentu saja hal tersebut juga menimbulkan kekhawatiran sendiri untuk orangtua yang masih mempunyai anak kecil. Di sisi lain, hal ini juga di anggap sebagai pengingat supaya orangtua lebih waspada. Polda Metro Jaya juga berhasil membongkar sindikat pornografi anak di sosial media. Para pelaku pedofil ini juga membuat grup di media sosial Facebook dengan nama Official Loli Candys Group yang beranggotakan lebih dari 7 ribu orang. Salah satunya ialah  Wawan atau Muhamad Bahrul Ulum yang merupakan warga asli Malang, Jawa Timur. Wawan ini juga merupakan admin grup official Loli Candys Group tersebut.

Di dalam aksinya, para pelaku juga seringkali mengunggah foto dan juga video aksi kejahatan seksual yang mereka perbuat. Sementara itu, ada pula remaja yang berumur 17 tahun asal Bogor, Jawa Barat yang juga telah melakukan kejahatan seksual pada anak- anak di bawah umur. Dan yang jauh lebih parahnya lagi, dalam aksinya tersebut para pelaku terhubung dengan jaringan lain yang berasal dari di sembilan negara. Dari data Lembaga Perlindungan Anak Indonesia ini merupakn salah satu kasus kejahatan seksual pertama yang melibatkan banyak sekali anggota. Jumlah tersangka di jaringan official Loli Candys Group ini kemungkinan juga akan bertambah. Akan tetapi, yang di sayangkan jumlah korban pun di khawatirkan masih meningkat. Masyarakat juga diminta lebih berhati-hati karena pedofil atau predator anak ini biasanya menguntit akun media sosial anak sebelum mereka beraksi.

 

You must be logged in to post a comment Login