Kecelakaan Karena Mengantuk, Apakah Asuransi Menanggung?

Viaberita.com, Jakarta – Sering kali didapati kecelakaan di jalan raya diakibatkan oleh mengantuk. Dan tentunya dari sebagian dari Anda bertanya – tanya, apakah pihak asuransi menerima klaim kerusakan mobil yang tabrakan karena ngantuk?

Pasalnya belum lama ini, ada kasus yang menimpa mobil mewah Aston Martin di kawasan Harmony, Jakarta Barat, Rabu (20/9/2017) pagi, yang diduga karena pengemudi mengantuk, dan membuat bagian depan mobil ringsek.

Iwan Pranoto, Marketing Communication and Public Relations Head Asuransi Astra mengatakan, kalau soal penyebab kecelakaan hanya karena mengantuk, maka klaim asuransi masih bisa diterima. Asalkan si pengendara tidak melanggar aturan perundang-undangan, terutama soal lalu lintas.

“Tentu saja akan kami cover, sepanjang si pengemudi tidak melanggar aturan lalu lintas. Kemudian juga, Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) masih berlaku,” ujar Iwan, seperti yanf dikutip dari laman KompasOtomotif.

Iwan menambahkan, soal pengajuan klaim sendiri antara mobil mewah dan biasa tidak ada perbedaan. Hanya syarat klaim standar, mulai dari SIM pengemudi, KTP tertanggung, dan laporan pihak kepolisian jika mengakibatkan kerugian pihak ketiga.

Kemudian lakukan klaim dengan langsung menghubungi pihak asuransi untuk survey. Lalu lengkapi dokumen, dan tinggal diperbaiki di bengkel.

“Soal tidak ditanggung klaimnya, bisa lihat ke polis standar kendaraan bermotor Indonesia, ada beberapa pengecualian yang tidak dijamin, seperti kebut-kebutan di jalan, melanggar aturan lalu lintas, untuk perbuatan jahat, sengaja dan lainnnya,” ucap Iwan.

 

RF

You must be logged in to post a comment Login