Panglima TNI Jenderal Gatot: Sekali Lagi Jangan Ragukan Kesetiaan Saya

Viaberita.com, Jakarta – Akhir – akhir ini pemberitaan mengena Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, terus dikaitkan dengan isu – isu politik, dari meme Jenderal Gatot disandingkan dengan capres tertentu pun sudah disebar. Beberapa partai politik mulai menyatakan ketertarikannya pada Gatot Nurmantyo untuk maju di 2019, baik sebagai Capres atau Cawapres.

Dikutip dari merdeka.com, sejumlah pihak menuding Gatot bermain politik dan berseberangan dengan Presiden Jokowi. Namun Gatot membantah hal itu. Seperti menjawab polemik yang timbul, Sang Panglima meminta Presiden jangan meragukan kesetiaannya dan para prajurit. Hal itu disampaikan Gatot pada HUT TNI dengan tegas dan mantap.

“Saya tegaskan, bahwa politik TNI adalah politik negara. Politik yang diabdikan untuk tegak dan kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang di dalamnya terangkum pada ketaatan hukum dan sikap yang menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan mana pun. Serta taat pada atasan yaitu Presiden Indonesia yang dipilih secara sah oleh konstitusi,” tegas Jenderal Gatot, di hadapan Presiden Jokowi, Kamis (5/10).

“Sekali lagi jangan ragukan kesetiaannya,” katanya kembali menegaskan. Jokowi terlihat menganggukkan kepalanya mendengar pidato Gatot.

Dalam kesempatan yang sama, Jenderal Gatot juga memastikan sampai kapan pun TNI akan selalu menjunjung tinggi sumpah prajurit.

Pernyataan Gatot kembali diulang saat memberi pengarahan di hadapan 2.325 prajurit TNI (Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara) se-wilayah Kodam IV/Diponegoro, bertempat di Balai Diponegoro, Semarang, Senin (9/10).

Dia menegaskan komitmen TNI untuk mengawal NKRI. Gatot memerintahkan prajurit TNI juga harus tunduk dan patuh kepada Pemerintah yang dipimpin oleh Presiden RI terpilih secara sah dan berdasarkan hukum atau konstitusi.

Terkait dengan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018, Panglima TNI menyatakan bahwa TNI harus dapat meraih kepercayaan rakyat yang paling tinggi, karena TNI dan Polri akan menjadi penengah dan penyelesai apabila terjadi konflik.

“Dalam kondisi seperti ini, maka TNI dan Polri harus netral dan jangan sekali-kali menyakiti hati rakyat,” tegasnya.

“Kalau kamu (TNI) berpihak pada salah satu kontestan, begitu terjadi konflik maka rakyat tidak mempercayai kamu sebagai penengah. Tetapi apabila kamu benar-benar netral, maka begitu ada konflik mereka percaya bahwa kamu bisa menjadi penengah,” tegas Panglima TNI.

Jauh sebelumnya, janji setiap pun sudah disampaikan Gatot. Saat aksi 411 dan 212 terjadi, Gatot menegaskan hanya berusaha mengamankan aksi agar tidak terjadi kericuhan. Bukan untuk mencari simpati massa atau bermanuver politik.

“Sebagai Panglima TNI, atasan saya adalah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, selaku Panglima Tertinggi TNI. Oleh sebab itu, saya harus taat dan loyal kepada Presiden,” tegas Gatot waktu itu.

Sementara itu Puspen TNI pun meminta masyarakat tak mempercayai informasi yang beredar di media sosial soal Jenderal Gatot Nurmantyo. Seperti diketahui banyak pihak yang memanfaatkan ketenaran Panglima TNI.

TNI mengajak sesama anak bangsa, agar jangan membuat isu dan jangan saling menghasut, apalagi dengan mengatasnamakan Pejabat Negara maupun Institusi.

“Itu semua akan menimbulkan dampak yang tidak baik, di mana Indonesia saat ini sedang membangun,” imbau Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto. (RF)

You must be logged in to post a comment Login