Hina TNI, Disamperin Malah Nangis, Ini Videonya

Viaberita.com, Malang, Hina TNI, Disamperin Malah Nangis – Postingan yang diunggah oleh Muhammad Andre alias Andre_Jyd, sungguh terbilang berani dan tak berlandaskan, setelah sebelumnya perwira Polri mengunggah konten yang memojokkan TNI, kini Andre_Jyd memosting kalimat yang berbunyi: TNI tak ada guna karena tidak ada perang, jadi untuk apa ada TNI.

Dari dialog Andre_Jyd dengan netizen diketahui unggahan ini terkait silang pendapat senjata Brimob yang dinilai lebih canggih dari TNI. Dalam beberapa postingan netizen, diketahui Andre_Jyd mengaku disuruh seseorang untuk sengaja memosting konten yang memojokkan TNI.

Dan perlu diwaspadai adanya upaya-upaya ADU domba oleh pihak yang tidak ingin negara ini kuat. Diantara mereka ada yang sengaja menciptakan permusuhan antar aparaturnya bahkan ada juga yang mencoba melakukan upaya “penyusupan” ke grup-grup TNI, seperti yang dikutip dari tribunnews.com.

 

Belum ada informasi resmi dari TNI

Sebelumnya, anggota Polda Kepulauan Riau memeriksa Kompol Abdul Mubin Siagian, diperiksa Propam setelah mengunggah konten yang memojokan TNI. Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga menyatakan, Propam Polda Kepulauan Riau memeriksa Kompol Abdul Mubin Siagian, meskipun yang bersangkutan telah meminta maaf atas komentarnya yang dihujat netizen lantaran dinilai menghina TNI.

Pada Rabu (11/10/2017) pagi, komentar Mubin atas sebuah beritaonline menjadi viral dan dihujat oleh warganet lantaran dianggap menghina TNI.

Mubin menyebut, aktivitas TNI di perbatasan hanya makan dan tidur. Erlangga mengatakan, begitu menjadi viral, Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian langsung merespons dan menindaklanjuti komentar yang kurang baik dan kurang tepat tersebut.

Menurut Erlangga, berita yang dikomentari Mubin itu adalah pemberitaan mengenai amunisi tajam Brimob.

“Tadi pagi kejadian kami langsung ambil tindakan, memeriksa yang bersangkutan. Dan memang benar adanya yang bersangkutan melakukan itu,” kata Erlangga kepada Kompas.com, Rabu petang.

Pada Rabu siang tadi, Polda Kepri menggelar konferensi pers yang dipimpin oleh Wakapolda untuk mengklarifikasi masalah tersebut. Hadir pula dalam konferensi pers diantaranya Kapenrem, Dandenpom Batam, serta Kabid Propam.

“Wakapolda memimpin, untuk menyampaikan permintaan maaf atas perilaku anggota kami Kompol Mubin atas komentar itu, komentar yang kurang baik kepada institusi TNI dan jajaran,” ucap Erlangga.

Mubin pun, lanjut Erlangga, sudah mengaku khilaf dan menyesal dengan tindakan yang diperbuatnya. Mubin, kata Erlangga, juga menyampaikan permohonan maaf. Meski begitu, Erlangga menegaskan terhadap Mubin tetap dilakukan pemeriksaan secara internal. Pemeriksaan dilakukan atas laporan pelanggaran kode etik profesi.

“Kan melalui pemeriksaan dulu, selesai itu, disidang, dan diputuskan sanksi kode etiknya. seperti proses disiplin pidana itu kan diperiksa dulu, disidang, dan diputuskan,” lanjut Erlangga.

Dia menambahkan, Mubin mulai diperiksa oleh Propam sejak hari ini. Namun, dia belum bisa memastikan kapan pemeriksaan akan selesai, sebab ada beberapa saksi juga yang diperiksa. Sementara itu, mengenai komentar yang menghina prajurit TNI tersebut, Erlangga mengatakan langsung dihapus.

“Dalam akunnya sendiri juga sudah dihapus. Katanya sudah tidak bisa dibuka lagi,” ucap dia. (RF)

You must be logged in to post a comment Login