Wanita Ini Dibunuh dan Diperkosa Karena Menyajikan Masakan Ikan

Viaberita.com, Jakarta – Dikutip dari The Independent, salah satu media lokal di Republik Demokratik Kongo, dikabarkan telah terjadi pelecehan seksual dan pembunuhan terhadap seorang wanita oleh kelompok pemberontak Kamuina Nsapu, penyebabnya masalah sepele, yakni menyajikan ikan.

peristiwa tersebut terjadi di tengah konflik berkepanjangan antara militer Kongo dan Kamuina Nsapu.

Menurut saksi mata, anggota Kamuina Nsapu memaksa perempuan itu berhubungan badan dengan anak tirinya yang ikut membantu menghidangkan makanan tersebut. Setelah itu, mereka dieksekusi di tengah alun-alun Kota Luebo.

Aksi pembunuhan keji itu dikaitkan dengan kepercayaan yang selama ini dipegang teguh oleh anggota pemberontak.

Menurut keterangan warga, Kamuina Nsapu melarang anggotanya mengonsumsi makanan tertentu selama bertempur melawan militer Kongo. Kamuina Nsapu tidak makan ikan, daun singkong dan tanaman merambat lainnya.

Mantera Hilang Jika Makan Ikan

Bahan makanan tersebut dipercaya bisa membuat mereka kalah dalam pertempuran. Alasan itulah yang membuat perempuan dan anak tirinya itu dieksekusi mati.

Seorang warga yang meminta namanya tak disebut mengatakan, ” Dia dituduh menghidangkan ikan kepada pemberontak yang berperang di garis depan di Kabao. Mereka mengatakan dia menghidangkan kacang yang berisi potongan ikan kecil.”

“Percaya bahwa dia telah merusak mantera perlindungan mereka, dewan pemberontak yang dipimpin oleh seorang pria bernama Kabata menghukumnya dan anak dari istri kedua suaminya,” ucap warga tersebut.

Dia mengatakan, pemberontak memaksa warga kota untuk menyaksikan hukuman itu

“Kami tidak punya pilihan. Melawan mereka berarti kematian. Kami ditinggal untuk menghadapi kekejaman pemberontak. Polisi telah melarikan diri seminggu sebelumnya,” ujar dia.

Jenazah kedua orang itu dibiarkan begitu saja di alun-alun selama dua hari. Tetapi, setelah kota itu dibebaskan, Palang Merah Internasional mengevakuasi jenazah korban dan menguburnya. (RF)

You must be logged in to post a comment Login