Apa Hukumnya Memanfaatkan Fasilitas Negara Yang Bersumber Dari Pajak Dan Bunga?

 

Viaberita.com, Jakarata – Dalam instansi pemerintahan zaman kapitalis sekarang, tentunya sumber ekonomi yang mereka dapatkan takan pernah terpisahkan dari pajak dan bunga (riba). Perbuatan ribawi selalu mengikuti dalam segala aktifitas para pelaku kapitalis.

Riba adalah sebuah perbuatan maksiat yang dosanya sangat besar, bahkan Allah SWT sampai menyamai dosa riba dengan menjinahi ibu kandungnya sendiri, serem kan dosa nya.

Kalau kita jeli, hampir semua fasilitas negara dibiayai oleh pajak. Karena hampir semua pendapatan Kita tahu semua sumber pendapatan negara beradal dari pajak. Sebagian kecil dari sumberdaya alam dan sisanya dari hutang.

Dikutip dari mariyunus.wordpress.com, lalu bagaimana hukumnya menggunakan fasilitas negara yang jelas jelas pembiayaan berasal dari pajak. Conroh, Pegawai Negeri Sipil (PNS), pekerjaan yang berada dalam naungan instansi pemrintahan. Atau pelayanan publik yang pemerintah berikan percuma kepada semua masyarakatnya, seperti KIN, KIP dan fasilitas layanan lainnya. Apakah kita ikut kecipratan dosa ribanya ataukah tidak?

Mari simak penjelasan dari hadist dibawah ini.

Pendapat ini sebagaimana disampaikan Ibnu Mas’ud. Di antara ulama yang menguatkan pendapat Ibnu Mas’ud adalah Ibnu Abdil Bar Al-Maliki, dalam kitabnya ‘At-Tamhid’.”
عن ذر بن عبد الله عن ابن مسعود قال : جاء إليه رجل فقال : إن لي جارا يأكل الربا ، وإنه لا يزال يدعوني ، فقال : مهنأه لك ، وإثمه عليه

Dari Dzar bin Abdullah, dia berkata, “Ada seseorang yang menemui Ibnu Mas’ud lalu orang tersebut mengatakan, ‘Sesungguhnya, aku memiliki tetangga yang membungakan utang, namun dia sering mengundangku untuk makan di rumahnya.’ Ibnu Mas’ud mengatakan, ‘Untukmu enaknya (makanannya) sedangkan dosa adalah tanggungannya.’” (Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf, no. 14675)
عن سلمان الفارسي قال: إذا كان لك صديق عامل، أو جار عامل أو ذو قرابة عامل، فأهدى لك هدية، أو دعاك إلى طعام، فاقبله، فإن مهنأه لك، وإثمه عليه

Dari Salman Al-Farisi, beliau mengatakan, “Jika Anda memiliki kawan, tetangga, atau kerabat yang profesinya haram, lalu dia memberi hadiah kepada Anda atau mengajak Anda makan di rumahnya, terimalah! Sesungguhnya, rasa enaknya adalah hak Anda, sedangkan dosanya adalah tanggung jawabnya.” (Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf, no. 14677)

Berdasarkan hadist di atas dapat disimpulkan bahwa mendapatkan fasilitas negara hukumnya diperbolehkan. Karena itu adalah hak rakyat. Walaupun sumber pendapatanya dari yang tidak halal, Maka hukumnya sah.

Demikian pula dengan PNS. Selama pekerjaan yang kita lakukan sebagai PNS adalah jasa yang halal, maka gaji tersebut sah kita terima.

Meskipun sumber harta tersebut haram, misal dari pajak, namun keharaman itu hanya berlaku bagi ybs yakni pemerintah. Saat dibayarkan pada transaksi yang halal, maka harta itu menjadi halal bagi penerimanya. Wallahualam Bisowab. (JAR)

You must be logged in to post a comment Login