Hubungan Samsung dan Microsoft Memanas Soal Royalti Android dan Akuisisi Nokia

Hubungan Samsung dan Microsoft Memanas

Viaberita.com – Hubungan antara dua perusahaan teknologi besar dunia Samsung dan Microsoft dikabarkan tengah memanas. Samsung menilai Microsoft telah melakukan persaingan bisnis yang tidak adil setelah menyelesaikan proses akuisisi Nokia pada bulan April 2014 lalu.

Seperti dikabarkan oleh CNN Indonesia, hubungan panas antara Samsung dan Microsoft berawal dari gugatan Microsoft yang menuding Samsung telah melakukan pelanggaran perjanjian kerjasama bisnis. Microsoft mengajukan gugatan ke pengadilan federal, New York, AS pada pertengahan tahun 2014 ini. Gugatan tersebut menyatakan bahwa Samsung berhutang US$ 6,9 juta atau sekitar Rp 87,2 miliar dalam royalti lisensi paten yang dibayarkan kepada Microsoft sejak tahun lalu.

Kasus ini kemudian terus berlanjut, Samsung kemudian menyerahkan dokumen ke pengadilan pada hari Kamis lalu yang berisikan pihaknya setuju membayar royalti dalam pertukaran lisensi paten kepada Microsoft perihal Android dan Windowsphone.

Dalam kerjasama antara Samsung dan Microsoft, pihak Samsung disebutkan telah berjanji akan berbagi informasi yang bersifat rahasia kepada pihak Microsoft. Sebagai imbal baliknya, pihak Microsoft akan mengurangi pembayaran royalti manakala Samsung berhasil mencapai target penjualan ponsel Windows Phone.

Namun ketika pada bulan April lalu secara resmi Microsoft mengakuisisi Nokia, Samsung menilai Microsoft menjadi salah satu pesaingnya dan menolak untuk kembali berbagi informasi yang bersifat rahasia.

Pihak Samsung menganggap Microsoft telah melakukan persaingan bisnis tidak adil. “Perjanjian ini mengundang tuduhan kolusi,” tulis pihak Samsung dalam dokumen yang diajukan ke pengadilan, seperti dikutip dari Reuters.

Disis lain, Microsoft meyakini apa yang mereka lakukan dengan mengakuisisi Nokia tidaklah menyalahi aturan dan mereka yakin akan memenangkan gugatan.

You must be logged in to post a comment Login