Terungkapnya Ritual Hubungan Intim di Gunung Kemukus oleh Jurnalis Asing

Ritual Hubungan Intim Gunung Kemukus

Viaberita.com – Seorang jurnalis dari program Dateline SBS Australia, Patrick Abboud, mengungkap adanya ritual hubungan intim di Gunung Kemukus, Jawa Tengah. Dalam reportasenya Abboud menggunakan istilah “Sex Mountain”. Kabar ini sontak membuat gempar masyarakat Indonesia. Seperti apasebenarnya ritual hubungan intim di Gunung Kemukus ini?

Sebagaimana dikutip dari Daily Mail, menurut Abboud ritual hubungan intim ini dilakukan untuk mencari kemakmuran hidup atau bagi masyarakat Jawa Tengah disebut sebagai ‘pesugihan’. Untuk mendapatkan kemakmuran dan keberhasilan seperti yang diinginkan, lanjutnya, seseorang harus melakukan ritual hubungan intim di Gunung Kemukus tersebut sebanyak 7 kali selama 35 hari.

“Ini kisah yang aneh. Beberapa tahun yang lalu, saya membaca sebuah artikel tentang hal itu dan melihat ke sana. Butuh beberapa saat untuk sampai ke sana,” ujar Abboud.

Abboud juga menjelaskan dari penelusurannya di daerah tersebut, ritual hubungan intim di gunung Kemukus ini berawal dari kisang seorang pemuda yang menjalin hubungan terlarang dengan ibu tirinya. Oleh karena cinta mereka yang terlarang dan tidak disukai oleh masyarakat sekitar, pemuda dan ibu tirinya ini melarikan diri ke Gunung Kemukus dan terus melakukan hubungan badan disana. Namun suatu ketika keduanya tertangkap basah dan kemudian dibunuhdan dikubur di gunung tersebut. Kejadian ini terjadi sekitar abad 16 masehi.

Kini, puncak gunung Kemukus ini dianggap sebagai tempat ‘suci’ dan banyak dikunjungi oleh para peziarah yang mencari kemakmuran dengan melakukan ritual hubungan intim. Menurut Abboud, mereka yang melakukan hubungan disana mulai dari pasangan pasutri, pejabat, ibu rumah tangga, sampai pekerja seks komersial. Bahkan, gunung tersebut kerap menjadi lokasi prostitusi.

Ironisnya, meskipun hal ini telah lama terjadi dan tersebar luas di masyarakat sekitar, pemerintah seakan – akan terkesan membiarkan adanya praktik prostitusi tersebut.

“Ini sebuah kontradiksi. Pemerintah mengetahui perzinahan yang terjadi, tetapi mengabarkan sesuatu yang berbeda dan menutup mata,” kata Abboud seperti dikutip Daily Mail.