Awas! Terlalu Sering Menggunakan Smartphone Layar Sentuh dapat Mengubah Bentuk Otak

Viaberita.com – Seiring dengan perkembangan jaman, sebuah ponsel pintar atau smartphone kini tak hanya sekadar alat komunikasi semata. Lebih dari itu, smartphone kini juga berfungsi sebagai alat penunjang beragam jenis aktivitas, mulai dari aktivitas hiburan, pendidikan, hingga pekerjaan. Maka dari itu tak ayal intensitas seseorang dalam menggunakan smartphone pun semakin meningkat. Namun tahu kah Anda bahwa terlalu sering menggunakan smartphone layar sentuh dapat mengubah bentuk otak?

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr Arko Ghosh di Zurich, Swiss pengguna smartphone layar sentuh mengalami perubahan bentuk dan fungsi Somatosensory cortex yang merupakan salah satu bagian dari otak. Penelitian ini dilakukan terhadap 37 sukarelawan dengan cara mengikuti dan memantau kesehariannya selema 10 hari. Dari 37 sukarelawan tersebut, 27 orang diantaranya memakai smartphone layar sentuh, sedangkan sisanya memakai ponsel dengan keypad fisik. Dalam penelitian ini peneliti melakukan scan terhadap otak partisipan ketika mengoperasikan smartphone berlayar sentuhnya.

Dari penelitian ini diperoleh bahwa ketika seseorang tengah mengoperasikan smartphone layar sentuh, bagian somatosensory cortex yang bertugas mengendalikan fungsi jari – jari tangan bekerja lebih ekstra dengan melakukan lebih banyak aktivitas serta mempercepat reaksi serta sensitivitas saraf – saraf pada ujung jari.

“Sebab untuk mengoperasikan ponsel biasa dengan keypad, kita hanya membutuhkan gerakan tangan yang sederhana. Berbeda ketika kita memakai ponsel layar sentuh, pergerakan tangannya jauh lebih kompleks dan rumit,” kata peneliti seperti dikutip dari Livescience, Kamis (25/12/2014).

“Dengan kata lain, bila jari-jarinya tersentuh begitu saja, walaupun tanpa disengaja, maka otak akan langsung memperlihatkan aktivitas yang lebih besar, karena jari-jari kita jadi makin sensitif,” tambahnya.

Dr Arko Ghosh yang merupakan ahli saraf dari University of Zurich mengatakan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa otak manusia mempunyai tingkat adaptasi yang baik terhadap lingkungannya. Namun disisi lain, ia mengatakan perubahan bentuk otak ini dapat berakibat negataif terhadap kesehatan, seperti menyebabkan nyeri dan gangguan motorik.

“Setahu kami fleksibilitas somatosensory cortex bisa berbuah pahit karena dapat memicu gangguan motorik, kejang dan nyeri, terutama bila ponsel digunakan secara berlebihan,” pungkas Dr Ghosh.

You must be logged in to post a comment Login