Singapura Bisa Jual BBM RON 95 di Bawah Rp6.000/Liter, Ini Kata Menteri ESDM

BBM Bersubsidi

Jakarta, Viaberita.com – Penetapan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar beberapa waktu lalu terus mendapat perhatian serius dari anggota Komisi VII DPR. Komisi yang mengurusi bidang energi ini kembali mempertanyakan dasar penetapan harga baru untuk kedua jenis BBM tersebut. Pasalnya Singapura mampu menjual BBM RON 95 yang sekelas pertamax plus dengan harga di bawah Rp6.000/liter.

“Dari mana dasar penetapan harga itu? Kok ini ada harga perolehan segala, ada margin tambahan 2% lagi. Kan sudah ada margin di harga perolehan, harga MOPS-nya (Mean of Plats Singapore) berapa itu?” ujar Kardaya Warnika selaku Ketua Komisi VII DPR, dalam rapat kerja dengan Menteri ESDM Sudirman Said, di Gedung DPR, Senayan, Senin (2/2/2015) tadi.

Anggota lain dari Komisi VII DPR Ramson Siagian menuturkan protes serupa. Ia mempersoalkan harga BBM jenis premium di Indonesia yang mencapai Rp6.600/liter, sementara di Siangapura BBM sekelas pertamax plus bisa dijual dengan harga di bawah Rp6.000/liter.

“Di Singapura saja sekarang bensin RON 95nya di bawah Rp 6.000/liter, kenapa tidak sesuai seperti patokan yang ada MOPS, sebenarnya premium itu di subsidi atau tidak,” kata Ramson.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Menteri ESDM Sudirman Said mengutarakan bahwa harga BBM di Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan harga BBM di Singapura. Pasalnya kilang minyak yang dikelola oleh Pertamina saat ini kebanyakan sudah berumur tua dan tidak efektif. Hal ini disebutnya sebagai salah satu faktor penentu harga BBM di Indonesia.

“Kilang kita sudah tua dan tentu ada inefisiensi di dalamnya. Bukan sengaja, tapi karena keadaan,” kata Sudirman.

Selain itu, Sudirman juga menjelaskan bahwa harga premium Rp 6.600/liter merupakan harga penugasan yang diperoleh berdasarkan:

  • Harga Dasar, yang di dalamnya termasuk biaya perolehan, biaya penyimpanan, distribusi, margin badan usaha dan margin SPBU
  • Ditambah biaya tambahan distribusi 2%
  • Ditambah PPN 10%, dan PBBKB (pajak bahan bakar kendaraan bermotor) 5%

You must be logged in to post a comment Login