Berikut Prediksi Kapan Malam Lailatul Qadar Tahun Ini

malam lailatul qadar

Viaberita.com – Lailatul Qadar. Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh rahmah dan berkah, karena di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dan lebih mulia daripada seribu bulan, satu malam itu ialah “Lailatul Qadr”. (QS. Al-Qadr : 1-5).

Sungguh perbandingan yang tidak wajar, fantastis, mengagumkan dan memukaukan bagi setiap insan yang sejenak mau merenungkannya. Betapa tidak, jika di hitung secara matematis, seribu bulan sebanding dengan 83 tahun lebih. Subhanallah, Maha Murahnya Allah Ta’ala kepada hambanya. Dia memberi bonus yang berlipat ganda bagi siapa yang berpuasa dan berusaha mencari Lailatul Qadr dan Dia akan menganugerahkan pahala seperti pahalanya orang yang beribadah selama kurang lebih 83 tahun yang melebihi rata-rata umur manusia.

Dalam agama islam, ada beberapa materi ibadah yang mempunyai batasan-batasan tertentu, baik batasan berupa waktu, tempat atau keduanya. Misalnya shalat fardhu lima waktu Allah Ta’ala membatasi dengan waktunya masing-masing. Dan ibadah Haji misalnya Allah Ta’ala membatasi dengan tempat-tempat tertentu, seperti Thawaf harus memutari Ka’bah, Sa’i harus di Mas’a (Shafa – Marwa),Wukuf harus di Arafah dan sebagainya.Lain halnya dengan Lailatul Qadar, walaupun Allah Ta’ala menyebutkan waktu di malam hari dan tempatnya di bulan Ramadhan, akan tetapi keberadaan Lailatul Qadar sendiri adalah sesuatu yang masih sangat rahasia (sirrun minallah).

Sudah barang yg maklum bila ditiap Ramadhan banyak sekali orang yg memburu lailatul Qodar,, terlepas dari itu tidak salah bila kita memakai pendapat Hujjatul islam, alim allamah dan fahamah, min ba’di ulama tasawuf al-imam Abi hamid muhammad bin muhammad bin muhammad Al-ghozaly at-thusy alaih rahmah.

Dalam kitab I’anatut tholibin, jilid II, cetakan Thoha putra semarang, halaman 257, baris ke enam dari bawah disebutkan:

Al-ghozaly dan lainnya berkata:
“sungguh malam lailatul Qadar bisa diketahui dengan hari puasa awal bulan itu, apabila awal puasa hari:
-Ahad atau Rabu, maka lailatul qodar pada malam ke 29.
-atau hari Senin, maka malam ke 21.
-atau hari Selasa atau Jumat, maka malam ke 27.
-atau hari Kamis, maka malam ke 25.
-atau hari Sabtu, maka malam ke 23”.

As-syeh Abu al-hasan berkata:
“dengan kaidah ini (rumus al-ghozaly) yang telah sampai padaku, aku selalu mendapatkan lailatul Qodar”.

Pendapat ulama lain yaitu Abi Hasan As-Syadzili dalam Kitabnya Hasyiyah as-showi ala tafsir jalalain, jilid IV, cetakan Darul kutub al-ilmiyah, tahun 2002 M/ 1424 H, halaman 402 di sebutkan:

Diriwayatkan dari Abi al-hasan as-syadzily,
“apabila awal puasa hari:
-Ahad, maka lailatul qodar malam ke 29,
-Senin, maka lailatul qodar malam ke 21,
-Selasa, maka lailatul qodar malam ke 27,
-Rabu, maka lailatul qodar malam ke 29,
-Kamis, maka lailatul qodar malam ke 25,
-Jumat, maka lailatul qodar malam ke 27,
-Sabtu, maka lailatul qodar malam ke 23”.

You must be logged in to post a comment Login