Mahasiswa Stikes Hina Dosen di FB, Hakim Vonis Penjara Empat Bulan

Mahasiswa Stikes Hina Dosen di FB, Hakim Vonis Penjara Empat Bulan

Klaten, Viaberita.comMahasiswa Stikes Muhamadiah Klaten, Muh. Dimas Yulian Saputra, 21 thun dan Alumnus Stikes Muhamadiah Klaten Fajar Purnomo, 24 tahun menerima vonis dari Hakim berupa hukuman penjara empat bulan dengan hukuman percobaan 10 bulan oleh Majelis hakim Pengadilan egeri (PN) Klaten.

Hakim memberikan vonis hukuman tersebut di karenakan Mahasiswa tersebut sebagai terdakwa dinilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah bersalah menghina salah satu dosennya, H. Mawardi melalui Facebook(FB) tahun 2013. Vonis yang di berikan oleh Hakim lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan JPU yang mana di hukum selama 10 bulan penjara dan denda sebanyak Rp 1 juta atau subsider dua bulan.

Seperti berita yang dilansir dari Solopos.com, sidang tersebut membacakan vonis terhadap terdakwa berlangsung pada hari Senin (13/07/15) pukul 11.30 WIB. Sidang tersebut dipimpin oleh hakim ketua majelis, Sagung Bunga Maya Saputri Antara. Dan dihadiri oleh JPU, Wan Susilo Hadi dan tim penasihat hukum, Dwi Wahyu Prapto Wibowo cs.

Dalam persidangan tersebut, aparat Polres Klaten turut menjaga keamanan hingga di depan pintu utama sidang. Pada awal persidangan, tim penasihat hukum mengaku keberatan atas keberadaan polisi di ruang sidang tersebut. Akan tetapi keberatan yang diutarakannya itu tidak di terima oleh hakim karena keberadaan aparat adalah untuk menjaga keamanan.

Apa yang di obrolkan oleh terdakwa Dimas dan Fajar di FB di nilai oleh Sagung Bunga Maya Saputri Antara bermuatan dengan penghinaan. Mereka berdua dinilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 UU No. 11/2008 tentang Undang-Undang informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan pasal 310 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tetang pencemaran nama baik. Dalam persidangan para terdakwa dalam menjalani persidangan selalu membelit-belit, sehingga menjadikan salah satu yang memberatkan mereka.

Dan untuk yang meringankan terdakwa adalah sebelum terkena kasus ini, mereka masih tercatat mahasiswa dan tidak pernah melakukan tindakan pencemaran nama baik.

Sagung Bunga Maya Saputri Antara, membacakan vonis,”Mengadili para terdakwa hukuman empat bulan penjara dengan hukuman percobaan 10 bulan penjara. Membebankan biaya perkara kepada para terdakwa (masing-masing Rp 2.000).”

Ketika vonis sudah di bacakan, penasihat hukum kemudian mengajukan banding. Dwi Wahyu Prapto Wibowo cs mempertanyakan pertimbangan yang diambil majelis hakim dalam memutuskan perkara, yaitu ancaman pemecaran yang dilakukan para terdakwa di FB. Sementara itu materi dakwaan yang diajukan JPU, mengacu tudingan kliennya yang menganggap saksi pelapot, H. Mawardi bukan orang Muhammadiyah.

“Hari ini juga, kami langsung banding. Di sini terlihat sekali, keterangan ahli hanya dipotong-potong. Kami tetap berpandangan klien kami berhak bebas dalam kasus ini,” katanya.

Terpisah, JPU, Wan Susilo Hadi, memilih pikir-pikir menyikapi vonis PN Klaten.

”Saya akan berkonsulitasi terlebih dahulu ke pimpinan saya,” katanya.

Berdasarkan data di lansir dari apa yang dihimpun oleh solopos.com, Dimas dan Fajar menjalani sidang perdana di PN Klaten pada pertengahan bulan Mei 2015. Selama sidang tersebut, JPU menghadirkan 14 saksi. Sedangkan, tim penasihat hukum menghadirkan dua saksi meringankan dan tiga ahli.

You must be logged in to post a comment Login