Pesona Gereja Ayam di Puncak Bukit Kota Magelang

gereja ayam di puncak bukit kota magelang

Viaberita.com – Gereja Ayam yang terletak di salah satu Puncak Bukit Kota Magelang tiba-tiba menghebohkan netizen. Tersembunyi jauh di dalam hutan di Magelang sebuah gereja yang bangunannya terlihat seperti ayam raksasa ini baru-baru ini menjadi perbincangan hangat umat kristen seluruh dunia.

Bangunan ini terletak di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Kec. Borobudur, Magelang. Terletak di 2,5 km dari Candi Borobudur. Wisatawan yang berkunjung ke sana banyak yang menyebut bangunan itu dengan Gereja Ayam atau Chicken Church. Tapi warga sekitar menyebut bangunan itu Banyak Angkrem. Ya, sesuai dengan yang orang bilang, Gereja Ayam, bangunan ini menyerupai bentuk Ayam (atau bahkan burung).

Struktur lama yang dibiarkan terlantar ini dikenal secara lokal sebagai Gereja Ayam dan telah menarik ratusan wisatawan dan fotografer yang penasaran mengunjungi perbukitan di Magelang, Jawa Tengah, setiap tahunnya.

Namun menurut pembuatnya yang eksentrik, bangunan megah ini bukanlah ayam atau gereja. Daniel Alamsjah yang kini bekerja di Jakarta, membangun struktur ini ketika ia tiba-tiba mendapat pesan dari Tuhan untuk membangun ‘rumah ibadah’ dalam bentuk burung merpati.

“Mungkin karena iman Kristen saya, orang-orang berpikir saya sedang membangun gereja. Tapi itu bukan gereja. Saya sedang membangun sebuah rumah doa … tempat bagi orang-orang yang percaya pada Tuhan,” kata pria berusia 67 tahun ini kepada Jakarta Globe, yang dilansir dari Daily Mail, Senin (13/7/2015).

Pada tahun 1989, saat ia berjalan-jalan di Magelang, di mana keluarga istrinya tinggal, ia melihat pemandangan yang sama yang ia lihat dalam mimpinya.

“Saya berdoa sepanjang malam di sana dan saya mendapat wahyu bahwa saya harus membangun rumah doa di tempat itu,” katanya.

Namun rumah ibadah ini ditutup pada tahun 2000 karena biaya konstruksi yang terlalu tinggi dan ada juga penolakan dari warga sekitar. Awalnya sang pendiri gereja berdalih ingin membuat gedung konferensi atau pertemuan. Tetapi setiap hari minggu, banyak orang yang mengunjungi gedung itu. Warga pun curiga, ternyata gedung itu adalah Gereja Kristen Katolik.

Warga tidak setuju atas pembangunan gedung ini karena tidak ada satupun warga yang beragama Katolik. Akhirnya bangunan yang belum jadi itu ditinggalkan pemiliknya. Namun ternyata kini banyak wisatawan terus mengunjungi situs yang indah ini.

You must be logged in to post a comment Login