Ini Dalilnya Mengeraskan Suara Saat Takbiran Malam Lebaran

Ini Dalilnya Mengeraskan Suara Saat Takbiran Malam Lebaran

Viaberita.com – Malam Lebaran.  Pada hakikatnya membaca takbir adalah sebagian dari bentuk dzikir. Karena dengan melafadzkan takbir itu seorang yang beragama Islam pasti akan ingat pada kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka dari itu itu tidak ada larangan dalam bertakbir selama masih dalam batas kewajaran.

Diantara hal yang dilakukan oleh umat Islam untuk menghidupkan malam lebaran/hari raya adalah apa yang dikenal dengan istilah “takbiran”. Mengumandang takbir pada hari raya merupakan amaliyah yang disyariatkan, termasuk juga pada malam hari raya.

Adapun hukum takbir pada hari raya (‘Idul Fithri dan ‘Idul Adhaa) adalah sunnah. Menurut Imam Nawawi rahimahullah didalam Al-Majmu’, hal itu berdasarkan riwayat,

عن نافع عن عبد الله بن عمر ان رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يخرج في العيدين مع الفضل بن عباس و عبد الله والعباس وعلي وجعفر والحسن والحسين واسامة بن زيد وزيد بن حارثة وايمن بن ام ايمن رضي الله عنهم رافعا صوته بالتهليل والتكبير فيأخذ طريق الحدادين حتى يأتي المصلى وإذا فرغ رجع على الحذائين حتى يأتي منزله

Dari Nafi’ dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam berangkat pada hari raya beserta al-Fadll bin Abbas, Abdullah, Abbas, Ali, Ja’far, al-Hasan, Husain, Usamah bin Zaid, Zaid bin Haritsah, Ayman Ibn Ummu Aiman –Radliyallahu ‘Anhum-, mereka meninggikan suaranya (mengeraskan suara) dengan membaca tahlil dan takbir, mengambil rute satu jalan hingga tiba di mushalla (tempat shalat), dan ketika mereka selesai shalat, mereka kembali melewati rute yang lainnya hingga tiba di kediamannya”. (HR. Al-Baihaqi).

Imam Al-‘Imraniy didalam Al Bayan menyebutkan juga, firman Allah Subhanahu wa Ta’alaa, surah Al-Baqarah ayat 185 sebagai dalil takbir hari raya :

ولتكملوا العدة ولتكبروا الله على ما هداكم ولعلكم تشكرون

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”

Begitu juga dalil dari hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:

زينوا اعيادكم بالتكبير

“Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir”

Kesunnahan memperbanyak bacaan takbir ini sepadan dengan imbalan yang dijanjikan. hal ini sesuai dengan sabda Nabi saw:

اكثروا من التكبير ليلة العيدين فانهم يهدم الذنوب هدما

“Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (fitri dan adha) karena hal itu bisa melebur dosa-dosa.”

Dari berbagai dalil di atas para ulama’ menghukumi pembacaan takbir sebagai sebuah hal mandub / sunnah. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam kitab Fathul Qorib:

ويكبر ندبا كل من ذكر وانثى وحاضر ومسافر فى المنازل والطرق والمساجد والاسواق من غروب ليلة العيد (اي عيد الفطر) الى ان يدخل الامام فى الصلاة

Disunnahkan membaca takbir bagi lagi-laki dan perempuan, di rumah maupun di perjalanan, dimana saja, di jalanan, di masjid juga di pasar-pasar mulai dari terbenarmnya matahari malam idul fitri hingga Imam melakukan shalat ied.

Diolah dari berbagai Sumber

You must be logged in to post a comment Login