Ini Perbedaan Sujud Syukur dan Sujud Tilawah

ini perbedaan sujud syukur dan sujud tilawah

Viaberita.com – Perbedaan antara Sujud Syukur dan Sujud Tilawah sudah tergambar jelas dari namanya. Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan berdasarkan rasa syukur kita setelah mendengar kabar baik atau nasib baik. Sedangkan Sujud tilawah adalah sujud yang disunnahkan saat kita bertilawah (membaca) Al-Quran.

Sujud tilawah berbeda dengan sujud syukur. Sujud tilawah bisa dilakukan ketika shalat dan di luar shalat. Sebaliknya, sujud syukur hanya dilakukan di luar shalat saja, tidak boleh di dalam shalat.

Perbedaan Sujud Syukur dan Sujud Tilawah

Sujud tilawah bisa saja dilakukan saat kita sedang shalat dan kebetulan membaca ayat-ayat sujud tilawah, tetapi bisa juga dilakukan di luar shalat, yaitu saat membaca Al-Quran dan membaca ayat-ayat tersebut.

Sujud tilawah dilakukan hanya sekali saja, baik di dalam shalat maupun di luar shalat. Di dalam shalat, begitu selesai membaca ayat sajdah, kita disunnahkan untuk langsung sujud, tanpa ruku’ atau i’tidal. Sujudnya hanya sekali dan langsung berdiri kembali untuk meneruskan bacaan yang tadi sempat terjeda untuk sujud.

Sujud tilawah di dalam atau di luar shalat dilakukan di tengah dua takbir. Maksudnya, sujud itu dimulai dengan takbir lalu sujud lalu bangun dari sujud dengan takbir juga.

Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW;

Dari Abdullah bin Mas’ud ra bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada orang yang membaca ayat sajdah,”Bila kamu membaca ayat sajdah, maka bertakbirlah lalu sujudlah. Bila kamu mengangkat kepalamu, bertakbirlah.”

Sedangkan sujud syukur dilakukan lantaran kita mendapatkan kabar yang menggembirakan. Misalnya lulus ujian, dapat harta yang banyak, naik jabatan atau lainnya.

Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW berikut ini:

Dari Abi Bakrah ra. bahw nabi SAW bila menerima kabar yang menggembirakannya, beliau tersungkur bersujud syukur kepada Allah ta’ala. (HR Abu Daud, Ibnu majah dan At-Tirmizy)

Jumhur ulama mengatakan bahwa disyaratkan untuk sujud syukur ini beberapa persyaratan sebagaimana yang ada di dalam sujud lainnya. Di antaranya harus suci dari hadats, harus menghadap kiblat dan menutup aurat.

Tapi sebagian ulama tidak mensyaratkan hal-hal di atas. Misalnya saja Asy-Syaukani. Beliau mengatakan bahwa tidak terdapat keterangan dari hadits tentang syarat suci dari hadats, menghadap kiblat atau bertakbir sebelumnya.

Sedangkan Imam Malik mengatakan tidak ada sujud syukur. Yang ada menurut beliau dalam keadaan gembira adalah shalat 2 rakaat.

Sumber : http://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1151846827&

You must be logged in to post a comment Login