10 Kata Bijak Mutiara Spesial Kemerdekaan RI ke-70 Tahun 2015

10 Kata Bijak Mutiara Spesial Kemerdekaan RI ke-70 Tahun 2015

Viaberita.com – Kemerdekaan RI. Tepat pada tanggal 17 Agustus nanti Indonesia akan merayakan ulang tahun kemerdekaannya yang ke-70. Sejak 17 Agustus 1945 dahulu sampai sekarang, Indonesia telah banyak mempunyai pengalaman yang manis maupun pahit yang akan membuat Indonesia semakin mantap untuk melangkah di masa yang akan datang.

Sang Proklamator Kemerdekaan RI, Ir. Soekarno telah berpesan kepada kita semua untuk dapat mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya. Janganlah kita khianati perjuangan para pahlawan yang telah bersusah payah mengusir penjajah dengan saling bertengkar sesama anak bangsa hanya karena masalah Suku, Agama atau perbedaan warna kulit. Marilah kita saling menguatkan, saling bergandengan tangan untuk menuju Indonesia yang lebih baik.

Baca berita terkait :

Berikut adalah 10 Kata Bijak Mutiara Spesial Kemerdekaan RI ke-70 Tahun 2015 :

 “Merdeka hanyalah sebuah jembatan, Walaupun jembatan emas.., di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa.., satu ke dunia sama ratap sama tangis!” (Ir.Soekarno)

“Jika kita tidak mampu untuk memberikan yang terbaik untuk negara, agama dan keluarga maka tancapkanlah sifat jujur, peduli terhadap rakyat terhadap diri sendiri karena tanpa sebuah kejujuran negara dan isinya akan rapuh dan akan mudah kembali terjajah.”

“Gemah ripah loh jinawi, tata tentram kerta raharja, para kawula iyeg rumagang ing gawe, tebih saking laku cengengilan adoh saking juti. Wong kang lumaku dagang, rinten dalu tan wonten pedote, labet saking tan wonten sansayangi margi. Subur kang sarwa tinandur, murah kang sarwa tinuku. Bebek ayam raja kaya enjang medal ing panggenan, sore bali ing kandange dewe-dewe. Ucapan-dalang dari bapaknya-embahnya-buyutnya-canggahnya, warengnya-udeg-udegnya gantung siwurnya. Bekerja bersatu padu, jauh daripada hasut, dengki, orang berdagang siang malam tiada hentinya, tidak ada halangan di jalan. Inipun menggambarkan cita-cita sosialisme.” (Ir.Soekarno)

“Jadikan perbedaan sebagai sebuah keunikan dalam berbangsa dan bernegara agar terlihat indah dengan banyaknya warna dan janganlah menjadikan sebuah perbedaan sebagai kesombongan akan rasa paling benar dalam berfikir dan bertindak karena perbedaan yang mengakibatkan perpecahanlah yang membuah bangsa dan negara melemah.”

“Merah darahku adalah ungkapan bahwa semangat yang berkorbar tidak akan padam hingga tetesan darah terakhir dan putih tulangku adalah mental baja yang tidak akan pernah pudar walau panasnya peluru menembus tubuh.”

“Tancapkan niat untuk memberikan kehidupan yang layak untuk generasi setelah kita, maka tuhan akan memberikan kemudahan dan keajaiban layaknya bambu runcing yang bisa mengalahkan senjata-senjata yang terbuat dari baja.”

“Oh, pahlawan Engakulah yang melindungi bangsa Tiada engkau, tiada kebebasan Karenamu bangsa bebas dari penjajah Sekarang tiada engkau lagi Dan bangsa harus tetap bersatu Ku akan merindukanmu selalu Karena namamu tetap harum menyatu di kalbu”

“Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak.” (Bung Karno)

“Belajar tekun untuk membangun bangsa Agar nanti menjadi negara yang kaya raya Aku ingin…. Pahlawan yang telah gugur dahulu dapat tertawa lega melihat anak cucunya bahagia Mereka dapat tidur nyenyak di sisi-Nya”

“17 Agustus itu,….. Bukan hanya sekedar…. Balap Karung saja,… Main Petasan, … Atau Konvoi berkeliling kota. Tetapi, 17 agustus itu… Persatuan bangsa, mengenang para pahlawan, bendera merah putih harus terus berkibar ditanah pertiwi.”

You must be logged in to post a comment Login