Bagaimana Masa Depan Go Jek dan Go Food? Ini Ramalan Peneliti LIPI

go jek dan go food

Viaberita.com – Go Jek dan Go Food belakangan ini menjadi trend baru dikalangan masyarakat sebagai jasa antar yang “mendadak” banyak digemari. Namun bagaimana dengan masa depak Go Jek dan Go Food sendiri? Seorang peneliti dari  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memberikan analisanya terkait hal ini.

Peneliti yang juga menjabat sebagai Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Laksana Tri Handoko, memaparkan prediksi dan analisisnya mengenai masa depan Go Jek. Menurutnya, eksistensi Go Jek beberapa waktu ke depan akan ditentukan oleh persaingan.

“Go-Jek, kalau mengandalkan user acquisition-nya, tidak mungkin sustain. Karena hal itu diperoleh dengan cara buang-buang uang,” kata Handoko sebagaimana di lansir oleh Kompas, Selasa (6/10/2015).

Beliau mengutarakan bahwa dengan tarif promo yang hanya Rp15.000 di luar jam sibuk, Go Jek harus mengeluarkan milliaran rupiah untuk mempertahankan konsumen. Menurutnya hal itu tidak sehat.

Sementara itu, untuk layanan Go Food yang juga ramai peminat justru diprediksi akan bertahan lebih lama. Bisnis baru di bidang pemasaran dan jasa antar makanan ini menurutnya lebih memiliki peluang untuk kedepannya.

“Dengan Go-Food, orang bisa masak di rumah untuk dijual. Tinggal daftarkan ke Go-Food. Semua orang, ibu-ibu bapak-bapak di rumah bisa jualan,” kata Handoko.

Lebih dari itu, Handoko juga mengatakan bahwa Go Food dapat menjadi ancaman yang serius bagi rumah makan yang high cost. Go-Food akan menjadi ancaman buat rumah makan yang high cost. Ancaman luar biasa. Orang tidak akan ke restoran kalau tidak ada tujuan kongkow-kongkow-nya,” terang Handoko.

You must be logged in to post a comment Login