Kronologis Penemuan Pesawat Aviastar Setelah Pendakian Gunung Latimojo

Kronologis Penemuan Pesawat Aviastar Setelah Pendakian Gunung Latimojo

Viaberita.comPesawat Aviastar yang telah dinyatakan hilang dari Masamba dengan tujuan Makassar. Kepala Polda Sulselbar Inspektur Jenderal Polisi Pudji Hartanto Iskandar langsung memerintahkan seluruh Polres yang wilayahnya dilalui oleh pesawat agar melakukan pencarian.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi F Barung Mangera mengungkapkan bahwa proses pencarian pesawat Aviastar melewati jalur darat dan juga laut.

“Di situlah, seluruh Polres langsung bergerak dan melakukan pencarian melalui jalur darat maupun laut. Bahkan, Kepala Polres Luwu, AKBP Adex Yudiswan meminta izin akan mendaki Gunung Latimojong. Di mana jika handphone-nya tidak aktif, berarti dia lagi berada di jalur yang tidak terjangkau signal,” kata Barung.

Pencarian yang dilakukan selama dua hari juga belum membuahkan hasil, semua Polres yang di lewati jalur pesawat tersebut memberikan laporan pencarian pesawat Aviastar yang hilang setiap harinya.

“Semua Polres memberikan laporan setiap harinya tentang pencarian pesawat Aviastar. Namun, semua Polres belum berhasil menemukan dan mendapat tanda-tanda. Tetapi laporan Adex belum ada seharian, sehingga keyakinan dia sedang berada dipuncak gunung,” ungkap dia.

Pada Senin tanggal 5 Oktober 2015, akhirnya ia mendapatkan laporan dari Adex bahwa pesawat telah ditemukan.

“Saat tidak ada laporan dari Adex, kami dari Polda Sulselbar berkeyakinan. Sisa satu harapan kita yakni laporan Adex dan alhamdulillah, dia berhasil menemukan pesawat. Itulah kisahnya Adex dalam pencarian pesawat,” tutur Barung.

Sebelumnya, Badan SAR Nasional (Basarnas) dan TNI Angkatan Darat menambah dua helikopter untuk memperkuat pencarian pesawat Twin Otter Aviastar yang dilaporkan hilang kontak di kawasan Masamba.

“Jadi hari ini ada dua tambahan helikopter dan itu kita datangkan dari Surabaya. Dua helikopter itu milik Basarnas dan satunya lagi milik TNI AD,” ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo di Lanud Hasanuddin Maros, Minggu (4/10).

Dua helikopter yang didatangkan itu antara lain milik Basarnas dengan jenis Dolphin serta jenis Bell Angkatan Darat. Helikopter jenis Bell ini mampu membawa penumpang sebanyak 10 orang.

“Ini kita akan maksimalkan pada sektor V dan VI. Kabut tebal ada pada sektor V itu di kawasan Enrekang,” katanya.

Diketahui, pesawat jenis PKBRM/DHC6 milik Aviastar dengan nomor penerbangan MV 7503 dinakhodai Capt Iri Afriadi dengan Co Pilot Yudhistira serta teknisi Sukris.

Pesawat tersebut semestinya tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar 15.39 WITA dari bandara Andi Jemma Masamba, Sulbar dengan lama penerbangan 70 menit. Terdapat tujuh penumpang yang terdiri atas empat dewasa, satu anak, dan dua bayi dalam pesawat tersebut.

Adapun jumlah penumpang sebanyak tujuh orang yang terdiri dari lima orang dewasa dan dua orang bayi yakni Nurul Fatimah, Lisa Falentin, Riza Arman, Sakhi Arqam, M. Natsir, Afif (bayi 1 tahun), Raya Adawiah (balita 3 tahun).

You must be logged in to post a comment Login