Disurati di Facebook, Anies Baswedan Langsung Telepon Kepala Sekolah

Disurati di Facebook, Anies Baswedan Langsung Telepon Kepala Sekolah

Palangkaraya, Viaberita.com – Sebuah surat terbuka yang di sebar di sosial media, Facebook, menceritakan kondisi yang buruk di Palangkaraya soal bencana asap yang dituliskan oleh Rizqi Tajuddin kepada Anies Baswedan.

Rizqi Tajuddin merupakan Kepala Sekolah dari Sahabat Alam, Palangkaraya. Di dalam surat tersebut ia tuliskan kepada Anis Baswedan agar pemerintah menunda ujian nasional karena kabut asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan sehingga membuat proses belajar mengajar diliburkan selama beberapa pekan.

Surat terbuka tersebut banyak sekali yang mengeshare di Facebook. Mengetahui hal tersebut Anies Baswedan seperti yang di kutip dari Tempo.com langsung menelepone kepala sekolah tersebut.

“Asap yang terjadi di daerah tersebut telah menimbulkan dampak yang luar biasa. Mungkin yang paling sering dibahas adalah tentang delay-nya jadwal penerbangan . Padahal dampaknya jauh lebih dari itu. Bapak mungkin sudah mendapatkan laporan bahwa sekolah-sekolah diliburkan. Ini sudah masuk pekan ke-5 atau bahkan lebih dari itu,” begitu salah satu isi tulisan Rizqi.

Rizqi kemudian mengusulkan empat usulan. Salah satunya adalah soal penundaan ujian. “Kebijakan penundaan ujian nasional bagi semua jenjang, karena jelas persiapan siswa-siswa di daerah terdampak terganggu dengan bencana ini.”

Tiga hari kemudian, pada 6 Oktober 2015, pukul 21.11 WIB, Anies menelepon Rizqi. Dengan menggunakan telepon ajudannya, Anies berbicara langsung dengan kepala sekolah tersebut.

“Dalam pembicaraan sekitar tiga menit ini, beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian dengan menulis surat itu,” kata Rizqi. “Beliau juga menyampaikan empati pada guru, murid dan masyarakat yamg tertimpa bencana asap ini.”

Dia juga menyampaikan bahwa fokus Kementerian Pendidikan adalah pada pasca kejadian ini, “Karena sekarang semua kegiatan belajar tidak efektif, termasuk belajar di rumahpun menjadi halangan karena tebalnya asap.
Beliau juga menyampaikan bahwa point-poin yang saya tulis menjadi perhatian beliau.”

You must be logged in to post a comment Login