Menguatnya Rupiah Dinilai Hanya Bertahan 3 Hari

Menguatnya Rupiah Dinilai Hanya Bertahan 3 Hari

Viaberita.comMenguatnya rupiah yang terjadi pada 2 hari terakhir ini dinilai oleh Kepala Ekonom PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Anggito Abimayu hanya bertahan selama 2-3 hari terhadap nilai tukar rupiah ke dollar Amerika Serikat.

Penilaiannya tersebut lantaran masih ada aksi ambil untung (profit taking) di pasar valuta asing (valas) yang berpotensi membuat rupiah kembali melemah.

“Ini penilaian masih sementara ya. Karena masih ada faktor lain yang dapat mempengaruhinya yakni profit taking. Semacam aksi jual, namun nanti di jual lagi. Hal ini merupakan faktor aksi pasar yang biasa terjadi,” ujarnya di Djakarta Theatre, Jakarta, Selasa (6/10/2015) sesuai yang di lansir dari sindonews.com.

Menguatnya rupiah hari ini, menurut Anggito di sebabkan oleh faktor eksternal data tenaga kerja Amerika Serikat yang sedang buruk dan di luar perkiraan. Akhirnya mengakibatkan mata uang negeri AS itu melemah.

“Data tenaga kerjanya yang baru mereka rilis kurang baik ya sehingga memengaruhi persepsi terhadap penguatan dolar, akibatnya rupiah dan seluruh mata uang regional menguat,” jelasnya.

Selain itu, lanjut mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan ini, rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan ‎bahwa periode September 2015 terjadi deflasi membuat kepercayaan pelaku pasar mulai pulih. Hal ini menandakan kondisi inflasi mulai terkendali.

Sementara paket kebijakan ekonomi yang dirilis Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu sifatnya hanya sebagai suplemen. “Ada (pengaruh paket kebijakan). Itu sentimen tambahan. Ini kan faktornya global. Ada juga dalam negeri,” tandasnya.

You must be logged in to post a comment Login