Inilah 3 Amalan Hari Asyura Sesuai Dalil Hadist Rasulullah Saw

Inilah 3 Amalan Hari Asyura Sesuai Dalil Hadist Rasulullah Saw

Viaberita.com – Hari Asyura. Bulan Muharram adalah bulan pertama pada kalender islam. Bulan Muharram juga merupakan salah satu bulan paling utama bagi umat islam di seluruh dunia. Di bulan Muharram ini, kita dianjurkan untuk menjalankan ibadah Puasa Sunah yaitu Puasa Tasu’a dan Puasa Asyura. (Bacaan Niat Puasa Tasu’a dan Puasa Asyura yang Jatuh 22-23 Oktober 2015)

Banyak sekali amalan-amalan 10 Muharram/hari asyura di tengah masyarakat yang tidak mempunyai dalil hadist Rasulullah saw dan sangat jauh sekali dari nilai-nilai Islam. Amalan-amalan mungkar tersebut terutama banyak dilakukan oleh Kaum Syiah yang mengadakan upacara berdarah setiap hari asyura. Lalu, apa saja amalan hari asyura yang sesuai dalil hadist Rasulullah Saw ?

1. Puasa Tasu’a dan Puasa Asyura

Yang berkaitan dengan puasa adalah puasa sunah yaitu pada hari kesepuluh dan kesembilan di bulan itu. Sering juga disebut dengan Puasa Tasu’a dan Puasa Asyura. Banyak sekali dalil yang menerangkan hal ini, antara lain:

Dari Abu Hurairoh RA ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: “Shaum yang paling utama setelah shaum Ramadhan adalah shaum dibulan Alloh Muharram. Dan sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam” (HR Muslim 1162)

Dari Humaid bin Abdir Rahman, ia mendengar Muawiyah bin Abi Sufyan RA berkata: “Wahai penduduk Madinah, di mana ulama kalian? Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Ini hari Assyura, dan Alloh tidak mewajibkan shaum kepada kalian di hari itu, sedangkan saya shaum, maka siapa yang mau shaum hendaklah ia shaum dan siapa yang mau berbuka hendaklah ia berbuka” (HR Bukhari 2003)

Baca Juga :

Bacaan Niat Puasa Tasu’a dan Puasa Asyura yang Jatuh 22-23 Oktober 2015

Bagaimana Hukumnya Puasa Asyura (10 Muharram) Tanpa Puasa Tasu’a ?

Rasulullah SAW bersabda: “Shaumlah kalian pada hari ‘Assyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Shaumlah kalian sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya” (HR Ath-Thahawy dan Al-Baihaqy serta Ibnu Khuzaimah 2095)

Sedangkan amal lainnya –selain puasa dan meluaskan belanja- sebagaimana disebutkan oleh An-Nawawi, adalah amal yang dasar hukumnya lemah.

2. Meluaskan Belanja

Dari hadits Abi Said Al-Khudhri ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,“Siapa yang meluaskan belanja kepada keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan meluaskan atasnya belanja selama setahun.”

Oleh sebagian ulama hadits, hadits ini dilemahkan, namun sebagian lainnya mengatakan hadits ini shahih, lalu sebagian lainnya mengatakan hasan. Yang menshahihkan di antaranya adalah Zainuddin Al-Iraqi dan Ibnu Nashiruddin. As-Suyuthi dan Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa karena begitu banyaknya jalur periwayatan hadits ini, maka derajat hadits ini menjadi hasan bahkan menjadi shahih.

Sehingga Ibnu Taimiyah di dalam kitabnya Al-Ikhtiyarat termasuk yang menganjurkan perbuatan ini di hari Asyura.

3. Bersedekah

“Siapa yang puasa hari Asyura, dia seperti puasa setahun. Dan siapa yang bersedekah pada hari itu, dia seperti bersedekah selama setahun.”

Pada hari itu juga disunnahkan untuk bersedekah, menurut kalangan mazhab Malik. Sedangkan mazhab lainnya, tidak ada landasan dalil yang secara khusus menyebutkan hal itu dan kuat derajat haditsnya.Karena mereka mendhaifkan hadits di atas.

You must be logged in to post a comment Login