Indonesia Siap “Menjual” 5 Bandara dan 8 Pelabuhan ke Swasta

Berita Informatif Terkini

Indonesia Siap “Menjual” 5 Bandara dan 8 Pelabuhan ke Swasta

Viaberita.com, Jakarta – Di masa kepemimpinan Jokowi – JK, disebut – sebut akan ada lima Bandara dan delapan Pelabuhan yang bisa dikelola Swasta pada tahun Ini. Rencananya akan ada 20 pelabuhan dan 10 bandara yang akan dikerjasamakan ke BUMN dan swasta

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka peluang swasta untuk mengelola infrastruktur transportasi bandara dan pelabuhan yang selama ini dipegangnya. Ini dilakukan demi mengalihkan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta untuk membiayai pembangunan proyek infrastruktur transportasi lainnya di Indonesia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, akan ada lima bandara yang akan dikerjasamakan pengelolaannya kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta. Adapun kelima bandara tersebut antara lain Tanjung Pandan, Samarinda, Belitung, Palu, dan Tarakan. Kelimanya tergolong bandara besar yang potensial secara komersial.

“Tahun ini lima bandara dan ada delapan pelabuhan,” katanya dalam keterangan resmi Kementerian Perhubungan, Jumat, (4/11).

Namun, Budi tidak menjelaskan mana saja pelabuhan yang akan dilepas. Dengan adanya kerja sama ini, lanjutnya, berharap akan lebih mempertegas fungsi regulator dan operator. Dan perlu diingat, Kemenhub tetap berfungsi sebagai regulator. Sementara BUMN dan swasta sebagai operator bandara dan pelabuhan.

Budi mengatakan nantinya akan ada 30 infrastruktur yang dikelola oleh Kemenhub yang akan dikerjasamakan dengan pihak swasta dan BUMN. Infrastruktur transportasi meliputi 20 pelabuhan dan 10 bandara. Perhitungannya, 30 pelabuhan dan bandara yang dilepas, akan menghemat pengeluaran negara hingga Rp 1,5 triliun.

Perhitungan ini mengacu pada asumsi pengeluaran setiap bandara dan pelabuhan tersebut sebesar Rp 50 miliar per tahunnya. Dana hasil penghematan ini, nantinya akan digunakan untuk membangun infrastruktur sejenis di wilayah lain. Dan nantinya Kemenhub akan lebih fokus pada infrastruktur laut dan udara di lokasi yang lebih terpencil dan sulit dijangkau. (RF)