Kini WhatsApp Tidak Bisa di Akses?

viaberita.com, Tiongkok – Belum lama ini perusahaan digital raksasa milik facebook yaitu WhatsApp dilarang di Negeri Tirai Bambu tersebut. Wacana yang hampir dilakukan di Negara Indonesia.

Wacana ini mencuat disaat kongres Partai Komunis Tiongkok kelima. Kongres menyatakan bahwa WhatsApp tidak mampu menghilangkan penyebaran pesan yang tidak benar di perangkat lunaknya. Hal ini dinilai tidak baik oleh kongres.

“Kedaulatan dunia maya negara harus dilundungi,” tambahnya seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (28/9/2017).

Sebelumnya pemerintah Tiongkok telah memperketat proses berjalanannya aplikasi ini. Karena dari sekian banyak perangkat lunak lintas negara hanya WhatsApp yang tersisa beredar dengan pengawasan ketat di negeri Tirai Bambu ini.

Pendapat ini diperkut oleh Nadim Kobeissi, seorang kriptografer di firma keamanan online yang berbasis di Paris, Symbolic Software. Dia berpendapat bahwa Beijing telah menggunakan teknologi pengintaian mutakhir untuk masuk dan mengganggu layanan WhatsApp sebagai tindakan keras jangka Panjang. Sehingga user yang berada di wilayah jaringan Tiongkok tidak bisa mengakses WhatApp.

Baca Juga : Jalankan Dua Aplikasi WhatsApp Sekaligus? Coolpad Max Jagonya

Pemerintah Tiongkok telah memberlakukan denda pada perusahaan media dan teknologi karena gagal menyaring konten, menutup situs gosip selebriti, dan menghukum administrator grup obrolan di layanan pesan WeChat.

“Internet China terbuka sepenuhnya. Kami menyambut perusahaan internet dari berbagai negara untuk menyediakan pengguana internet dengan layanan informasi yang bagus,” kata pemerintah Tiongkok.

Tidak Hanya WhatsApp

Pemeritah Tiongko memberi istilah “Great Firewall” untuk list dari situs situs yang dilarang oleh pemerintah.

Tahung 2009 yang lalu situs Facebook dilarang beredar di Tiongkok.

Sejak Juli 2017 yang lalu masyarakat Tingkok sudah merasa khawatir akan pelarangan aplikasi WhatsApp. Dilaporkan Mashable, pada Selasa (18/7), pengguna WhastApp tidak bisa berkomunikasi melalui aplikasi inibaik mengirim teks, gambar dan video.

Senasib dengan Facebook, YouTube, Twitter sudah lama tidak bisa diakses, bahkan untuk Google Play pun tak bisa diakses.

Jejaring sosial yang lazim digunakan di Tingkok yaitu Weibo dan Tencent.

Soal aplikasi chat, yang paling populer di sana adalah WeChat. Seperti yang dilansir merdeka.com pemeritah Tiongkok melakukan pengawasa yang ketat. Bahkan pemerintah meberlakukan peraturan bahwa WeChat harus melakukan sensor terhadap beberapa kata atau kalimat, seperti “penangkapan,” “aktivis,” “Hak Asasi Manusia”, dan sebagainya. Hal ini tak cuma ada di WeChat, namun juga terjadi di Weibo.

Jadi, alternatif dari WhatsApp yang isi pesannya dienkripsi sehingga aman untuk membicarakan apapun, ternyata dimonitor ketat oleh pemerintah. Jika ketahuan berbicara dengan nada sensitif soal Pemerintah di aplikasi selain WhatsApp yang dipantau, Pemerintah Tiongko tak akan ragu menciduknya.

Upaya penyensoran di Tiongkok akan dibahas kembali di rapat Partai Komunis Tiongkok pada Oktober mendatang.