Registrasi SIM Card, Apakah Aman Data Kita ?

Viaberita.com, Jakarta – Apakah Anda pernah mendapatkan pesan singkat untuk mendaftarkan kembali kartu SIM Card Anda dengan data terbaru? Jika iya, karena info tersebut memanglah sebuah keharusan. Karena belum lama ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengumumkan akan memberlakukan registrasi kembali pelanggan seluler prabayar.

Maka dari itu, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri menjamin, saat registrasi SIM Card yang divalidasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK), data pribadi pelanggan seluler aman.

Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, saat proses verifikasi operator seluler ke database Dukcapil, mereka bisa mengakses informasi pelanggan, seperti NIK, KK, nama, tempat tanggal lahir, hingga alamat. Pada situasi ini, Dukcapil dan operator sudah bekerjasama dan menjaga kerahasiaan data.

Dengan demikian, operator seluler sudah berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan data pelanggan, yang di mana itu tidak untuk dikomersilkan atau keperluan lainnya.

“Itu untuk pelayanan publik, untuk verifikasi data pelayanan publik. Operator tidak akses NIK, yang mendaftar itu pelanggan,” Zudan menegaskan saat dihubungi detikINET.

Registrasi ini merupakan upaya pemerintah dalam mencegah penyalahgunaan nomor pelanggan terutama pelanggan prabayar. Ini juga merupakan komitmen pemerintah dalam upaya memberikan perlindungan kepada konsumen dan untuk kepentingan national single identity.
Apakah Harus Mencantumkan Nama Ibu Kandung

Namun mulai banyak informasi menyesatkan beredar di masyarakat. Salah satunya menyertakan informasi nama ibu kandung.

Padahal, registrasi SIM Card untuk pelanggan lama dan baru ini hanya membutuhkan informasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) saja.

“Tidak perlu nama ibu kandung. Cukup NIK dan nomor KK,” tegas Dirjen Penyelenggara Pos & Informatika (PPI) Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli seperti yang dikutip dari detikINET, Selasa (17/10/2017).

Meski akan diberlakukan mulai 31 Oktober 2017 nanti, Ramli menyebutkan sudah ada beberapa operator seluler yang mulai mensosialisasikan tentang registrasi prabayar kepada pelanggannya.

Registrasi pelanggan seluler prabayar ini dilakukan dengan cara mengirim SMS ke 4444 dengan format NIK#NomorKK#. Sedangkan untuk pelanggan lama dengan format ULANG#NIK#NomorKK#.

Proses registrasi pelanggan seluler prabayar ini akan berlaku pada 31 Oktober 2017 dan paling lambat pada 28 Februari 2018. Keberhasilan registrasi SIM Card ini harus sesuai dengan NIK yang tertera di KTP elektronik (e-KTP) dan KK agar proses validasi ke database Ditjen Dukcapil dinyatakan sukses.

“Masyarakat agar mengikuti petunjuk yang dikirim oleh operator. Pada prinsipnya data yang dikirim hanya NIK dan nomor KK. Selain SMS ke 4444, bisa via gerai-gerai operator dan mitra operator. Kalau gagal via SMS, bisa datang langsung ke gerai,” tutur Ramli. (RF)