Setelah Sebut Jenggot Suatu Kebodohan, Said Aqil Kembali Sebut Shaf Salat Itu Budaya Arab

Berita Informatif Terkini

Setelah Sebut Jenggot Suatu Kebodohan, Said Aqil Kembali Sebut Shaf Salat Itu Budaya Arab

Viaberita.com, Jakarta – Lagi – lagi Said Aqil Siraj membuat pernyataan yang kontroversi, setelah sebelumnya ia menilai tentang jenggot yang dianggap sebagai sebab kebodohan, kini dalam sebuah wawancara di salah satu TV swasta, ia mengatakan bahwa merapatkan shaf memang sunnah, tapi menurutnya itu hanyalah masalah yang ‘keciiiil’.

Sampai Said, Shalat memang sunnah kakinya rapat, itu masalah kecil, yang penting khusuk

“Yang penting itu khusuk, ingat Tuhan, kakinya rapat tapi hatinya ingat kartu kredit. Yang penting substansi. Yang kedua, itu tradisi dari arab. yang penting syarat dan rukunnya shalat,” ungkap Kiai Said.

Jika hanya dianggap tradisi, larinya kepada kebiasaan masyarakat tertentu yang tak terkait dengan urusan ibadah, tidak terkait pula dengan hukum syar’i. Ini merupakan upaya memreteli satu demi satu syariat Islam. Seperti orang yang mengatakan bahwa jilbab hanya adat Arab, sehingga tak ada keharusan bagi wanita di Indonesia khususnya untuk mengenakan jilbab.

Satu sisi, tak ada bukti yang jelas bahwa merapatkan shaf adalah tradisi Arab. Yang ada adalah, bahwa merapatkan shaf itu merupakan tradisi para malaikat ketika menghadap Allah, lalu umat Islam disuruh mencontoh tatacara itu.

Dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar -radhiallahu Ta’ala ‘anhuma- beliau berkata, “Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

أَقِيْمُوُا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّمَا تَصُفُّوْنَ بِصُفُوْفِ الْمَلاَئِكَةِ, وَحَاذُوْا بَيْنَ الْمَنَاكِبِ وَسَدُّوْا الْخَلَلَ وَلِيْنُوْا بِأَيْدِيْ إِخْوَانِكُمْ وَلاَ تَذَرُوْا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ. وَمَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللهُ وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ

“Luruskan shaf-shaf kalian karena sesungguhnya kalian itu bershaf seperti shafnya para malaikat. Luruskan di antara bahu-bahu kalian, isi (shaf-shaf) yang kosong, lemah lembutlah terhadap tangan-tangan (lengan) saudara kalian dan janganlah kalian menyisakan celah-celah bagi setan. Barangsiapa yang menyambung shaf, niscaya Allah akan menyambungnya  (dengan rahmat-Nya) dan barangsiapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutuskannya (dari rahmat-Nya)”. (HR Abu Dawud dan an-Nasa’i).

Berikut videonya :

(RF)