5 Pasukan Elit Indonesia Ini Ditakuti Dunia, Lihat Cara Mereka Latihan


5 Pasukan Elit Indonesia Ini Ditakuti Dunia, Lihat Cara Mereka Latihan

Viaberita.com, Inspiratif - Kekuatan individu Militer Indonesia sangatlah dahsyat baik matra darat, laut dan udara yang kuat untuk menjaga pertahanannya dari serangan negara lain. Ketiga matra TNI itu masing-masing juga memiliki keunggulan dari pasukan elite khusus yang kemampuan Individu yang baik dimata dunia.

Ada Detasetem Bravo (Denbravo) 90 milik TNI Angkatan Udara. Datasemen Jala Mangkara (Denjaka), Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) Marinir, Komando Pasukan Katak (Kopaska) di bawah TNI Angkatan Laut. Selanjutnya Komando Pasukan Khusus (Kopassus), satuan elite TNI Angkatan Darat.

1. Denbravo 90


Denbravo terbilang baru dibandingkan pasukan elit lainnya. Denbravo baru dibentuk secara terbatas di lingkungan Korps Pasukan Khas TNI-AU pada 1990, Bravo memiliki filosofi namanya adalah yang terbaik.

Berbagai latihan anggota Denbravo dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan antiteror mereka. Di antara latihan tersebut adalah infiltrasi laut, yang bertujuan untuk penyerbuan pangkalan udara lepas pantai di pusat latihan Denjaka; Latihan Underwater Demolition (UDT), yang dilakukan di sarana latihan Kopaska; hingga latihan penjinakan bom yang dilakukan di Pusdikzi Gegana Polri.

2. Denjaka


Denjaka adalah sebuah detasemen pasukan khusus TNI Angkatan Laut (TNI-AL). Selain latihan fisik prima, calon anggota Denjaka juga dituntut memiliki IQ tinggi. Selama menjalani pendidikan, pemberian teori di kelas hanya 20%, selebihnya praktik di lapangan. Mereka harus mampu menyusup dengan terjun payung, bergerak dengan lincah di laut dengan daya tahan tinggi, serta survive di darat.

Saat berlatih, tangan dan kaki anggota Denjaka diikat, lalu mereka dibuang ke laut ganas. Mereka harus mampu bertahan sekaligus menyelamatkan diri. Mereka juga dilepas di tengah hutan dengan bermodal garam dan harus mampu bertahan berhari-hari.

3. Yontaifib


Yontaifib adalah satuan elite dalam Korps Marinir seperti halnya Grup 3/Sandhi Yudha Kopassus dalam jajaran TNI Angkatan Darat (TNI-AD).

Bentuk latihan Yontaifib adalah, para siswa Intai Amfibi menggelar Daki Serbu. Mereka harus mendaki tebing setinggi 15 meter dengan kemiringan 90 derajat. Tidak hanya itu, ada juga latihan Raid tajam/Dopper serta renang dan dayung menembus gelombang pantai Selatan.

Selain latihan, kemampuan mereka juga diuji untuk melakukan Hell Week, Menembak Senjata Ringan, Menembak Senjata Bantuan, Tahap Kelautan, Tahap Komando Hutan, Tahap Intai Amfibi, Lintas Medan Banyuwangi-Surabaya, Terjun Static, Terjun Bebas, dan Tahap Intilijen di sejumlah wilayah latihan di Jawa Timur.

4. Kopaska


Komando Pasukan Katak, atau disingkat menjadi Kopaska adalah pasukan elite TNI Angkatan Laut (AL). Bentuk latihannya adalah, semua calon prajurit wajib mengikuti latihan sadis dan mematikan Kopaska, yakni Hell Week. Setiap calon Paska tak akan pernah diberi tahu kapan rangkaian Hell Week akan dimulai. Bisa saja tiba-tiba saat mereka belajar di kelas, atau saat tidur terlelap. Pada tahap akhir latihan Hell Week, para personel baru disimulasikan melakukan misi penyerangan target di kawasan.

5. Kopassus


Komando Pasukan Khusus atau Kopassus, memiliki latihan ekstrem. Latihan ekstrem Korps Baret Merah ini berlangsung dalam 3 tahap pendidikan selama 20 hari. Ketiga tahap ini merupakan momen penyeleksian prajurit elite Kopassus. Para calon anggota Kopassus harus lulus latihan dasar komando, penjelajahan dan survival di dalam gunung dan hutan, serta pendaratan laut.

Sumber : Okezone.com