Fakta Yang Harus Kamu Tau Tentang Masker Oksigen

Fakta Yang Harus Kamu Tau Tentang Masker Oksigen



Viaberita.com, Berita - Peristiwa mengerikan yang dialami maskapai asal Amerika Serikat, Southwest Airlines, pada Selasa 17 April 2018, menggegerkan dunia. Paska insiden kegagalan mesin pesawat tersebut terjadi, sejumlah foto dan video penumpang pesawat Southwest Airlines beredar di media sosial.

Salah satu foto selfie penumpang saat peristiwa menegangkan itu terjadi kemudian menjadi sorotan di media sosial. Tampak pada foto selfie tersebut para penumpang tidak mengenakan masker oksigen dengan benar. Mereka hanya mengenakan masker darurat di bagian mulut, bukan di bagian hidung sampai mulut.

Padahal, salah satu komponen kunci keselamatan di udara adalah masker oksigen. Netizen pun menyesalkan kebiasaan para penumpang yang tidak mendengarkan pramugari sebelum lepas landas.

Dari insiden itulah kemudian timbul pertanyaan, sesungguhnya bagaimana cara kerja masker oksigen?

Ketika naik pesawat di ketinggian yang jauh lebih tinggi dari biasanya. Udara lebih tipis, yang berarti lebih sedikit oksigen. Di setiap pesawat terdapat sistem tekanan canggih yang memastikan setiap orang dapat bernafas dengan normal, tetapi jika sesuatu terjadi dan tiba-tiba kehilangan tekanan, efeknya bisa berbahaya.

Hilangnya oksigen ke tubuh menyebabkan sesuatu yang disebut hipoksia, efeknya adalah kebingungan, batuk, mual, pernapasan cepat, perubahan warna kulit, dan sakit kepala. Jika kekurangan oksigen berlanjut dalam jangka waktu yang cukup lama, itu dapat menyebabkan ketidaksadaran, kerusakan otak permanen atau bahkan kematian.

Jadi, untuk menjaga agar semua orang terjaga dengan oksigen yang cukup, masker akan jatuh dan memberikan aliran oksigen.

Namun, pesawat ternyata hanya memiliki oksigen yang cukup selama beberapa menit--yang jauh lebih singkat daripada yang diyakini kebanyakan orang. Masker itu hanya dimaksudkan untuk menjaga penumpang dari kekurangan oksigen sampai seorang pilot mampu menurunkan pesawat.

Bukan cuma penumpang, bahkan pilot di kokpit pun mendapatkan masker oksigen mereka sendiri. Setelah keluar dari area bahaya, mereka mengarahkan pesawat ke ketinggian kurang dari 10.000 kaki, di mana penumpang akan dapat bernafas lebih mudah.

" Jika pendaratan darurat terasa sangat cepat, ini bukan karena pesawat itu jatuh, namun itu karena para kru melakukan apa yang seharusnya dilakukan," ujar Patrick Smith, seorang pilot dan penulis " Cockpit Confidential" seperti dilansir Telegraph.co.uk, Selasa 24 April 2018.

Pesawat tidak membawa tangki oksigen di atas setiap tempat duduk penumpang — itu akan terlalu berat. Sebaliknya, panel di atas setiap kursi mencakup campuran semua jenis bahan kimia yang ketika dibakar, menciptakan oksigen. Beberapa penumpang melaporkan bau terbakar ketika masker oksigen jatuh. Jangan khawatir, bukan pesawat yang terbakar, melainkan itu adalah penciptaan oksigen.

Ingatlah: Apapun yang terjadi, jangan melepas masker oksigen sampai awak pesawat memberi tahu Anda bahwa tekanan telah stabil.

Sumber : travel.dream.co.id