Klarifikasi TNI dan Polri Kepada Pihak STIE Ahmad Dahlan


Klarifikasi TNI dan Polri Kepada Pihak STIE Ahmad Dahlan

Viaberita.com, Berita - Pertemuan 3 (tiga) pihak STIE Ahmad Dahlan Jakarta yang diwakili Ketua Dr. Mukhaer Pakkanna, SE,MM dan tim dengan pihak TNI yang diwakili Dandim 05/06  Kota Tangerang Letnan Kolonel (TNI) M. Imam Gogor dan pihak Kepolisian yang diwakili Kapolres Kota Tangerang Kombes Harry Kurniawan beserta tim, pada Selasa (10/4) di Kampus C Karawaci STIE Ahmad Dahlan.

Dalam pertemuan tersebut, masing-masing pihak saling mengklarifikasi perihal kedatangan aparat keamanan yakni TNI dan Polisi beberapa hari yang lalu. Mukhaer Pakkanna menuturkan pertemuan tersebut menghasilkan beberapa simpulan diantaranya pertama terjadi miskomunikasi terutama di tingkat aparat sehingga diperlukan sikap kehati-hatian.

“Perlunya perbaikan dan koreksi prosedur di tingkat lapangan dalam pendataan dan pembinaan masyarakat sehingga tidak memunculkan lagi reaksi dan kegaduhan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut Ia menyampaikan perlunya diplomasi kultural antara pihak melalui berbagai even kegiatan bersama, misalnya olahraga, seni, kebudayaan, dan lainnya.

“Dalam pertemuan tadi, kami meminta kesediaan pihak TNI dan Kepolisian untuk mengisi berbagai acara keagamaan (khatib), sosial, dan akademik di kampus. Demikian juga sebaliknya, pihak TNI dan Kepolisian akan mengundang atau mengisi acara kegamaan atau sosial pada kegiatan-kegiatan aparat TNI dan kepolisian,” lanjutnya.

Terakhir, Mukhaer Pakkanna yang juga sebagai Ketua Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (AFEB) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) sekaligus Wakil Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah mengatakan para pihak sepakat bahwa dunia Perguruan Tinggi (PT) memiliki otonomi dan kebebasan akademik yang perlu dihargai dalam rangka mengembangkan budaya kritis, koperatif, dan bertanggungjawab.



TEKS ASLI MUKHAER PAKKANNA


PERNYATAAN

Pertemuan 3 (tiga) pihak STIE Ahmad Dahlan Jakarta yang diwakili Ketua Dr. Mukhaer Pakkanna, SE,MM dan tim dengan pihak TNI yang diwakili Dandim 05/06  Kota Tangerang Letnan Kolonel (TNI) M. Imam Gogor dan pihak Kepolisian yang diwakili Kapolres Kota Tangerang Kombes Harry Kurniawan beserta tim, pada Selasa 10 April 2018 di kampus C Karawaci STIE Ahmad Dahlan disimpulkan:


  1. Terjadi mis-komunikasi terutama di tingkat aparat sehingga diperlukan sikap kehati-hatian, perlunya perbaikan dan koreksi prosedur di tingkat lapangan dalam pendataan dan pembinaan masyarakat sehingga tidak memunculkan lagi reaksi dan kegaduhan masyarakat, .
  2. Perlunya diplomasi kultural antara pihak melalui berbagai even kegiatan bersama, misalnya olahraga, seni, kebudayaan, dan lainnya.
  3. Pihak STIE Ahmad Dahlan Jakarta meminta kesediaan pihak TNI dan Kepolisian untuk mengisi berbagai acara keagamaan (khatib), sosial, dan akademik di kampus. Demikian juga sebaliknya, pihak TNI dan Kepolisian akan mengundang atau mengisi acara kegamaan atau sosial pada kegiatan-kegiatan aparat TNI dan kepolisian.
  4. Para pihak sepakat bahwa dunia Perguruan Tinggi (PT) memiliki otonomi dan kebebasan akademik yang perlu dihargai dalam rangka mengembangkan budaya kritis, koperatif, dan bertanggungjawab.


Demikian kesimpulan ini.
Wassalam
Mukhaer Pakkanna