Loading...

Perhatian Personal Dibutuhkan Untuk Kesehatan Jiwa

Loading...


PERHATIAN PERSONAL Oleh Dr. H. Fuad Nashori

Viaberita.com, Inspirasi - Pak Harsoyo. Saya teringat  sebuah peristiwa tahun 1997. Saat itu saya dosen muda yang kebetulan hendak naik haji. Tiba-tiba Pak Harsoyo bersama istri beliau datang ke kontrakan saya. Beliau menyampaikan doa semoga haji saya lancar, aman, dan mabrur. Tidak lupa sebuah handuk cantik beliau bingkiskan untuk saya.

Perhatian personal. Sebuah istilah yang menggambarkan perilaku memberi atensi, empati, dan kebaikan kepada orang lain yang dilakukan dari seseorang kepada orang lain. Perhatian itulah yang saya rasakan saat menerima beliau di kontrakan saya itu. Perhatian personal ini serasa istimewa begitu memahami latar belakang beliau. Ahli teknik sipil. Bagi saya, beliau ahli teknik sipil yang empatik.

Saya juga menerima pesan personal beliau saat saya dirawat di rumah sakit 2017 saat saya terkena stroke ringan. Seorang mahasiswa bercerita tentang pertemuannya dengan Pak Harsoyo. Dan, beliau -Pak Harsoyo- berpesan ke saya lewat mahasiswa tersebut agar saya lebih memperhatikan konsumsi sehari-hari biar lebih sehat. Biar tidak terkena serangan stroke ulangan.

Perhatian personal Pak Harsoyo -dalam posisi sebagai rektor- juga saya saksikan sehari setelah seorang mahasiswa saya -mahasiswa Magister Psikologi Profesi UII- meninggal melalui kecelakaan pada ahad pagi. Beliau sampaikan rasa duka dan doa melalui telepon ke saya. Tidak lupa beliau yang saat itu berposisi sebagai rektor Universitas Islam Indonesia pesan agar saya dan tim pascasarjana fakultas kami membantu urusan yang belum selesai dari almarhumah seperti asuransi, motor pinjaman yang rusak parah, dan sebagainya.

Senang menerima perhatian personal. Tidak mudah menirunya. Tetapi, ini akan jadi sumber inspirasi dan keteladanan bagi siapapun.


Seuntai Bunga Cinta Pak Harsoyo

Siapa yang berulang tahun saat wisuda, maka dia dapat bunga atau bingkisan dari rektor, yaitu Pak Harsoyo. Tentu si penerima disorot kamera, juga menjadi perhatian lebih kurang 2.000 pasang mata di gedung Prof Kahar Muzakkir. Dia atau mereka memperoleh perhatian personal yang spesial dari rektor (berdasar info itu pemberian pribadi pak rektor). Seketika itu pula dia dapat perhatian publik berupa tepukan dan senyuman massal. Kebahagiaan massal tercipta dari perhatian personal.

Pak Harsoyo. Itulah rektor yang memberikan bunga atau sebungkus bingkisan. Lebih dari sekadar bunga atau bingkisan, itu adalah simbol perhatian, cinta, kasih sayang seorang ayah kepada anak-anaknya. Simbol cinta dan kasih sayang Pak Rektor kepada mahasiswanya. Itu pula mengapa mahasiswa menyebutnya ayahanda.

Cintanya sedemikian luas bak samudra. Karenanya, pasti ia sangat bersedih manakala tiga mahasiswa –anak-anaknya-- meninggal dan beberapa yang lain terluka saat beraktivitas pecinta alam dalam naungan lembaga kampus yang dipimpinnya. Ia bersedih bahkan sangat bersedih ketika kehilangan anak-anak yang dicintainya.

Siapapun yang jadi pemimpin, semoga dapat meneladani sang inspirator kita ini. Cinta dan kasih sayang sejati kepada siapapun yang dilayani.

Terima kasih Pak Harsoyo. Bapak telah menjadi sumber inspirasi dan teladan.




Penulis adalah seorang Dosen di Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia. Aktif sebagai penulis dan termasuk dosen yang giat mensosialisasikan Psikologi Islami.
Loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
Loading...