Sandi Kejebak Macet Karena ada Syuting Film Tragedi Tamrin

Sandiaga Uno (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)

Sandi Kejebak Macet Karena ada Syuting Film Tragedi Tamrin

Viaberita.com, Berita - Penutupan Jalan MH Thamrin yang dipakai untuk syuting film 22 Menit pada akhir pekan, menuai protes dari masyarakat. Para pengendara mengeluhkan terjebak macet berjam-jam di pusat ibu kota, hanya karena penutupan itu.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno angkat bicara terkait ditutupnya jalan Thamrin tersebut. Sandi ternyata ikut sempat terjebak macet saat melintasi jalan tersebut pada Minggu (23/4) kemarin.

“Saya juga kena (macet) kemarin. Saya belum terinfokan. Tapi saya memang baca di online, di kumparan saya baca di kumparan,” kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (24/4).


Sandi mengaku tak tahu bahwa perempatan Jalan Thamrin dibuka-tutup karena dipakai untuk lokasi syuting. Padahal, kata Sandi, Jalan Thamrin ketika hari Minggu seharusnya tidak macet.

“Saya pas lagi ini saya tanyain kenapa macet. Kan biasa-biasa aja harusnya. Kan Minggu enggak pernah macet. Tahunya lagi dipakai (syuting),” tuturnya.

Meski demikian, Sandi tak mempersoalkan hal tersebut. Karena, kata dia, sudah tugas pemerintah untuk memberikan akses kepada siapa saja untuk bisa berkreasi, salah satunya mendukug pembuatan sebuah film. Toh, film itu sudah mengantongi izin polisi.

Sandi menyebut, tragedi bom Thamrin pada 2016 silam menimbulkan kesan tersendiri baginya. Sebab, ketika itu Sandi dalam perjalanan menuju kediaman Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik untuk menghadiri acara partai.

“Buat kita tentunya kita mendukung karena film itu film yang menggambarkan kisah yang saya sangat inget banget, karena tanggal 15 Januari itu, itu hari pertama Gerindra. Saya itu udah menuju perjalanan ke sana (rumah Taufik). Karena Gerindra, Pak Taufik waktu itu ngadain (acara partai terkait) masih 9 calon gubernur dari Gerindra,” papar Sandi.

Akibat adanya tragedi bom Thamri itu, Sandi mengatakan acara partai Gerindra itu ditunda hingga dua minggu ke depan.

“Jadi saya tahu bahwa (film) ini sangat signifikan, dan kita perlu mengingatkan dengan film. Dan film itu memang film yang mudah-mudahan bisa mempersatukan kita dan menjadikan sarana bagi kita meningkatkan kewaspadaan,” tambah Sandi.

Meski demikian, Sandi mengaku akan mengecek soal izin dari syuting film tersebut ke Dinas Perhubungan. “Saya cek deh, mestinya yang jelas enggak sampai ke gubernur atau wakil guberur. Karena itu kan mungkin izinnya di Dishub,” tutup Sandi.

Sandi : Kumparan.com