4 Makanan Khas Indonesia ini Ternyata Berasal dari Luar Negeri

Info Viral Indonesia

4 Makanan Khas Indonesia ini Ternyata Berasal dari Luar Negeri

Viaberita.com – Makanan Indonesia seperti Nasi Goreng dan Baso tentu lekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari pinggir jalan sampai di dalam mal, kuliner tersebut bisa ditemukan dengan mudah.
Nah, siapa sangka Makanan khas ini ternyata berasal dari luar negeri. Berikut empat kuliner Indonesia yang berasal dari luar negeri.

1. Soto

Soto juga konon berasal dari Tiongkok yang sebelumnya bernama Caudo. Pertama kali populer di Semarang, lambat laun nama Caudo berubah menjadi soto. Rasa yang dihadirkan tiap daerah berbeda-beda karena disesuaikan dengan lidah lokal.

2. Bakso

Bakso sebenarnya berasal dari Tiongkok, tepatnya di Fuzhou, akhir Dinasti Ming. Saat itu, ada seorang pria bernama Meng Bo yang dikenal sangat penurut. Dia sangat menyayangi ibunya. Kala itu sang ibu sakit keras dan tidak diperbolehkan mengkonsumsi makanan keras.

Namun, karena sang ibu menyukai daging, Meng Bo berusaha membuat makanan yang berasal dari daging namun lebih lembut. Saat berpikir keras itu, dia tanpa sengaja melihat tetangganya sedang menumbuk ketan untuk membuat mochi. Setelah diberikan pada sang ibu, ternyata rasanya sangat lezat.

Sejak saat itu makanan Meng Bo terkenal sampai ke penjuru kota dan menyebar di dunia melalui perdagangan Tiongkok. Nama bakso sendiri berasal dari kata bak yang berarti babi dan so yang memiliki arti sup.

3. Sate

Nama sate disebut-sebut berasal dari bahasa Tamil dan berasal dari pedagang Gujarat yang datang ke Indonesia pada awal abad 19. Ini menjadi alasan mengapa bahan sate menggunakan daging kambing atau domba yang biasanya disukai warga keturunan Arab.
Di Indonesia, penyebaran sapi menghasilkan beraneka ragam variasi. Mulai dari sate kambing, sate sapi, sate domba, hingga sate ayam.

4. Nasi goreng

Siapa sangka jika nasi goreng sudah ada sejak 4.000 sebelum masehi dan merupakan masakan tradisional masyarakat Tionghoa. Ide pembuatan nasi goreng muncul karena masyarakat Tionghoa tidak suka makanan yang dingin.

Mereka mencoba memasak kembali nasi yang sudah dingin dengan menambahkan beberapa bumbu untuk memperkaya cita rasa. Ternyata rasa nasi yang dihasilkan sangat disukai. (SA)
Sumber : (TribunTravel.com)