Mari Jangan Larang Anak Untuk Hujan – Hujanan

Info Viral Indonesia

Mari Jangan Larang Anak Untuk Hujan – Hujanan

Viaberita.com, Jakarta – Di bulan November ini, sebagian wilayah di Indonesia mungkin sedang menghadapi musim penghujan. Ambil contoh saja Bogor, daerah yang disebut juga dengan Kota Hujan ini, memiliki intensitas hujan yang cukup tinggi.

Bicara soal hujan, apakah Anda tahu jika hujan memiliki manfaat yang luar biasa ? lalu jika Anda sudah mengetahuinya, mengapa masih ada saja orang tua yang melarang anaknya untuk “hujan – hujanan”?

Seperti yang ditulis oleh Ustadz Budi Ashari Lc, ada hadist yang mengisahkan Anas bin Malik _radhiallahu’anhu_ berikut ini:

قَالَ أَنَسٌ: أَصَابَنَا وَنَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَطَرٌ، قَالَ: فَحَسَرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَوْبَهُ، حَتَّى أَصَابَهُ مِنَ الْمَطَرِ، فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ لِمَ صَنَعْتَ هَذَا؟ قَالَ: «لِأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى»

_Anas berkata: Kami bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kehujanan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyingkap pakaiannya agar terkena air hujan. Kami bertanya: Ya Rasulullah, mengapa kau lakukan ini?_

Beliau menjawab, _“Karena ia baru saja datang dari Tuhannya ta’ala.”_ *(HR. Muslim)*

An Nawawi menjelaskan hadits ini,

“Maknanya bahwa hujan adalah rahmat, ia baru saja diciptakan Allah ta’ala. Maka kita ambil keberkahannya. Hadits ini juga menjadi dalil bagi pernyataan sahabat-sahabat kami bahwa dianjurkan saat hujan pertama untuk menyingkap –yang bukan aurat-, agar terkena hujan.”, *(Al Minhaj)*

Ibnu Rajab dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa para sahabat Nabi pun sengaja hujan-hujanan seperti Utsman bin Affan.

Demikian juga Abdullah bin Abbas, jika hujan turun dia berkata:  “Wahai Ikrimah keluarkan pelana, keluarkan ini, keluarkan itu agar terkena hujan.”

Ibnu Rajab juga menyebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib jika sedang hujan, keluar untuk hujan-hujanan. Jika hujan mengenai kepalanya yang gundul itu, dia mengusapkan ke seluruh kepala, wajah dan badan kemudian berkata: _Keberkahan turun dari langit yang belum tersentuh tangan juga bejana._

Abul Abbas Al Qurthubi juga menjelaskan,

“Ini yang dilakukan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk mencari keberkahan dengan hujan dan mencari obat. Karena Allah ta’ala telah menamainya rahmat, diberkahi, suci, sebab kehidupan dan menjauhkan dari hukuman. Diambil dari hadits: penghormatan terhadap hujan dan tidak boleh merendahkannya.”, *(Al Mufhim)*

Bahkan para ulama; Al Bukhari dalam Shahihnya dan Al Adab Al Mufrod, Muslim dalam Shahihnya, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnafnya, Ibnu Hibban dalam shahihnya, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubro. Semuanya menuliskan bab khusus dalam kitab-kitab hadits mereka tentang anjuran hujan-hujanan.

Jika melihat riwayat – riwayat diatas, lalu mengapa kita terkadang masih menuduh hujan yang berkah sebagai sumber malapetaka?

Tak usah khawatir

Hujan adalah keberkahan, kesucian, dan Hujan adalah pengirim ketenangan. Hujan bahkan penghilang kotornya gangguan syetan.

Dan jika anak – anak kita ataupun kita terkena atau selesai “hujan-hujanan”, silakan disuruh mandi, mengguyur kepalanya, minum madu, habbatus sauda’ dan lainnya. Agar kekhawatiran itu pergi. Dan keberkahan lah yang telah mengguyur kepala dan sekujur badan mereka. (RF)