Registrasi Ulang Kartu Seluler, Apa Bedanya Dengan Yang Terdahulu ?

Info Viral Indonesia

Registrasi Ulang Kartu Seluler, Apa Bedanya Dengan Yang Terdahulu ?

Viaberita.com, Jakarta – Baru – baru ini para pengguna telepon seluler khususnya pengguna prbayar, diramaikan dengan adanya kebijakan dari pemerintah yang mewajibkan me – regisrasi ulang, atau daftar ulang. Lalu apa bedanya dengan registrasi sebelumnya ?

Dikutip dari laman BBCindonesia.com, registrasi kartu seluler saat ini sebagaimana penjelasan juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Noor Iza-, ada perbedaaan dengan sebelumnya, karena registrasi kali ini mensinkronisasi data pemilik kartu dengan Nomor Induk Kependudukan di Kementerian Dalam Negeri.

“Tujuan registrasi ini untuk memberikan kenyamanan kepada seluruh pelanggan pengguna jasa telekomunikasi dan memberikan perlindungan juga, misalnya dari spam, sms yang tidak bertanggung jawab, yang cenderung akan penipuan dan sebagainya. Berikutnya, saat ini kita sudah memiliki KTP elektronik dan dicatatat di Kementerian Dalam Negeri, kita dukung pemanfaatan National Single Identity Number dengan kata lain Nomor Identitas Tunggal Nasional yang nanti validitasnya bisa diperiksa ke Kementerian Dalam Negeri. Dan yang ketiga memberikan keabsahan data identitas yang jelas siapa pengguna nomor ini sebenarnya,” paparnya

“Justru registrasi yang saat ini, identitas menjadi semakin jelas karena validitasnya didapat. Kalo sebelumnya pengguna prepaid, mereka memasukkan nomor KTP, nama, alamat tapi validitasnya, pemeriksaannya kan sangat sulit. Nah sekarang sudah ada sistem elektronik yang dimiliki Kementerian Dalam Negeri, validitasnya diuji di sana,”kilah Noor Iza mengenai nomor seluler yang masih rentan digunakan dalam penipuan.

Bagaimana jika belum memiliki KTP elektronik?

Lalu bagaimana jika belum memiliki KTP elektronik? Pemerintah menggantinya dengan cara mendaftarkan nomor Kartu Keluarga.

“Nanti ada tahapan atau SOP (prosedur operasi standar)nya sehingga kalaupun eKTPnya belum ada, itu tidak ada masalah. Karena yang terpenting memiliki NIK yang ada di nomor KK,” kata Noor Iza.

Bagaimana jika belum registrasi ulang hingga tenggat waktu?

Masih ada waktu hingg 28 Februari 2018 mendatang, untuk si pemilik kartu mendaftar. Jika belum melakukan registrasi ulang maka akan diberikan tenggang waktu 60 hari dengan nomor kartu yang akan diblok secara bertahap.

“Tenggang waktu atau grace period 60 hari itu dibagi atas 3 tahapan, selama 30 hari, kartu tidak bisa dipakai untuk melakukan telepon atau sms keluar. Jika masih belum mendaftar ulang, maka dalam 15 hari berikutnya kartu seluler tidak bisa melakukan telepon dan sms masuk. Apabila masih juga belum mendaftar, maka dalam 15 hari kemudian internet akan dimatikan dan sepenuhnya nomor di blok,” seperti dijelaskan Noor Iza.

Apakah turis atau orang asing juga harus registrasi?

“Mereka nanti registrasi di gerai milik provider. Di bandara nanti ada gerai-gerai yang disiapkan, jadi mereka akan mendaftarkan langsung di gerai,” jelas Noor Iza.

Namun tentu saja bukan menggunakan nomor KTP elektronik, melainkan dengan memasukkan nomor paspor, nomor visa, Kitas, dan Kitap.

Untuk orang asing yang tinggal di Indonesia, menurut Adita dari Telkomsel, sebaiknya datang langsung ke gerai pelayanan masing-masing operator untuk registrasi. (RF)