Selain Novanto, Berikut Daftar Nama Penerima Uang e-KTP

Info Viral Indonesia

Selain Novanto, Berikut Daftar Nama Penerima Uang e-KTP

Viaberita.com, Jakarta – Kasus mega Korupsi pengadaan e-KTP yang menyeret nama Setya Novanto ini, ternyata menyimpan puluhan nama yang juga ‘mencicipi’ uang dari kasus mega korupsi tersebut.

“Dalam proses penganggaran dan pengadaan barang/jasa pekerjaan penerapan KTP elektronik, selain memperkaya terdakwa juga memperkaya pihak lain,” ujar jaksa membacakan surat dakwaan Setya Novanto dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, baru – baru ini.

Berikut ini nama-nama yang disebut jaksa dalam surat dakwaan Novanto, seperti yang diansir dari detik.com :

1. Irman: Rp 2.371.250.000
2. Sugiharto: USD 3.473.830
3. Andi Agustinus alias Andi Narogong: USD 2.500 dan RP 1.186.000.000
4. Gamawan Fauzi: Rp 50.000.000 dan 1 unit Ruko di Grand Wijaya dan sebidang tanah di Jl Brawijaya III melalui Asmin Aulia.
5. Diah Anggraeni: USD 500.000 dan RP 22.500.000
6. Drajat Wisnu Setyawan: USD 40.000 dan Rp 25.000.000
7. Anggota panitia pengadaan barang/jasa sebanyak 6 orang masing-masing sejumlah Rp 10.000.000
8. Johannes Marliem: USD 14.880.000 dan Rp 25.242.546,892
9. Miryam S Haryani USD 1.200.000
10. Markus Nari: USD 400.000 atau setara Rp 4 miliar
11. Ade Komarudin: USD 100.000
12. M Jafar Hafsah: USD 100.000
13, Beberapa anggota DPR periode tahun 2009-2014 sejumlah USD 12.856.000 dan Rp 44.000.000.000
14.Husni Fahmi: USD 20.000 dan Rp 10.000.000
15. Tri Sampurno Rp 2.000.000
16. Beberapa anggota Tim Fatmawati, yakni Yimmy Iskandar Tedjasusila Als Bobby, Eko Purwoko, Andi Noord, Wahyu Supriyantono, Setyo Dwi Suhartanto, Benny Akhir, Dudy Susanto, dan Mudji Rachmat Kurniawan masing-masing Rp 60.000.000
17. Wahyudin Bagenda selaku Direktur Utama PT LEN Industri: Rp 2.000.000.000
18. Abraham Mose, Agus Iswanto, Andra Agusalam, dan Darma Mapangara selaku direksi PT LEN Industri masing-masing mendapatkan sejumlah Rp 1.000.000.000 serta untuk kepentingan gathering dan SBU masing-masing Rp 1.000.000.000
19. Mahmud Toha: Rp 3.000.000
20. Charles Sutanto Ekapradja: USD 800.000
21. Manajemen Bersama Konsorsium PNRI: Rp 137.989.280
22. Perum PNRI: Rp 107.710.849.102.
23. PT Sandipala Arta Putra: Rp 145.851.156.022
24. PT Mega Lestari Unggul yang merupakan holding company PT Sandipala Arta Putra: Rp 148.863.947.122
25. PT LEN Industri: Rp 3.415.470.749
26. PT Sucofindo: Rp 8.231.289.362
27. PT Quadra Solution: Rp 79.000.000.000

“Bahwa uang yang diberikan kepada terdakwa, Irman, Sugiharto, Diah Anggraeni, dan pihak-pihak lain merupakan bagian dari pembayaran pekerjaan penerapan KTP elektronik yang seluruhnya berjumlah Rp 4.917.780.473.609 yang diberikan kepada Konsorsium PNRI sehingga pemberian uang kepada terdakwa, Irman, Sugiharto, Diah Anggraeni dan pihak lain menjadi penyebab Konsorsium PNRI tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya sebagaimana tercantum dalam kontrak,” papar jaksa. (RF)