Terungkap, Inilah Alasan Sebenarnya Muhammad Ali Menjadi Mualaf

Info Viral Indonesia

Terungkap, Inilah Alasan Sebenarnya Muhammad Ali Menjadi Mualaf

Viaberita.com, Jakarta – Siapa yang tidak mengenal Legenda tinju dunia, Muhammad Ali. Pria keturunan Afrika Amerika ini sempat menjadi perbicangan hangat, saat dirinya memutuskan untuk masuk Islam. Namun, masih banyak yang belum mengetahui apa alasan sebenarnya Ali memutuskan untuk mengucapkan kalimat Syahadat

Seperti yang dilansir NDTV pada 27 Oktober 2017 lalu menyebutkan, alasan sesungguhnya Ali masuk Islam adalah ketika tengah bertengkar di rumah bersama istrinya, Belinda. Saat itu Ali berada di luar kendali. Sang istri kemudian menyutuh Ali untuk duduk dan menulis sebuah esai. Ia memintanya untuk menulis tentang mengapa Ali memutuskan untuk menjadi mualaf.

Belinda yang sekarang memakai nama Khalilah Camacho-Ali kemudian membawa esai itu ke Museum Nasional Sejarah dan Budaya Afrika Amerika, untuk melihat apakah kurator akan memasukkannya ke dalam koleksi museum tersebut.

Menurutnya, pengalaman yang dikisahkan oleh suaminya mengingatkan semua orang bahwa, bahkan perjalanan spiritual yang paling kuat pun bisa memiliki permulaan yang cukup sederhana.

Dalam suratnya, Ali menulis tentang masa remajanya di Louisville, saat dia dikenal sebagai Cassius Clay Jr. Suatu ketika Ali melihat seorang pria yang mengenakan jas mohair hitam, ia menjual koran terbitan Nation of Islam disaat Ali berjalan-jalan untuk mencari gadis-gadis cantik.

Ali mengambil koran dan tertarik dengan sebuah kartun. Kartun itu menunjukkan seorang pemilik budak kulit putih memukul budak kulit hitamnya dan meminta orang tersebut berdoa kepada Yesus.

Pesan yang ditangkap Ali pada saat itu adalah, Kristen merupakan agama yang dipaksakan pada budak oleh orang kulit putih.

“Saya menyukai kartun itu yang memberikan sesuatu untuk saya, dan itu masuk akal,” ujar Ali.

Ali mengaku masuk Islam bukan secara spiritual, tapi pragmatisme. Kartun tersebut membangunkan dirinya, dan dia menyadari bahwa dia tidak memilih agama Kristen. Dia tidak mpernah emilih nama Cassius Clay. Jadi menurutnya, mengapa dia harus menyimpan sisa-sisa perbudakan itu? Dan jika dia tidak harus menjaga agamanya atau namanya, apa lagi yang bisa dia ubah?

Dan pada tahun 1964, ketika ALi memenangkan kejuaraan kelas berat, ia pun mengumumkan secara terbuka dan membuat pernyataan independen:

“Saya percaya kepada Allah dan dengan damai. Saya bukan lagi orang Kristen. Saya tahu ke mana saya pergi dan saya tahu yang sebenarnya. Saya tidak harus menjadi apa yang Anda inginkan. Saya bebas menjadi apa yang saya inginkan. ” sampainya.

Tahun demi tahun, Ali terus mengeksplorasi pandangan agamanya. Dan ketika Elijah Muhammad meninggal dan Nation of Islam mereformasi diri, Ali lalu memeluk Islam ortodoks. Dia belajar Alquran dan terkadang mengundang pakar agama bergabung dengannya untuk diskusi panjang agama.

Muhammad Ali mengakui bahwa perjalanan religiusnya dimulai saat dirinya mencoba mencari gadis-gadis cantik dan kartun di koran tersebut. Setelah itu, Ali tidak hanya menjadi tokoh olahraga tinju, tapi ia juga merupakan seorang tokoh dalam dunia Islam yang disegani banyak orang. (RF)